Bina Kerukunan dan Kebersamaan Umat, Kanwil Agama Bali Gelar Dialog dan Dharma Shanti

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyelenggarakan dialog tokoh agama dan Dharma Shanti Nyepi tahun saka 1941

Bina Kerukunan dan Kebersamaan Umat, Kanwil Agama Bali Gelar Dialog dan Dharma Shanti
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Dialog tokoh agama dan Dharma Santhi Nyepi tahun saka 1941 diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali di Hotel Oranje Denpasar, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyelenggarakan dialog tokoh agama dan Dharma Shanti Nyepi tahun saka 1941.

Acara tahunan ini diselenggarakan dengan mengambil tema “Kita Rekatkan Kerukunan dalam Membangun Kebersamaan Umat” dan menghadirkan narasumber Ida pedanda made putra Kekeran, Griya Gede Blahbatuh Kabupaten Gianyar.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag menyampaikan Dharma Santhi ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun setelah pelaksanaan tawur kesanga

“Harapannya adalah bagaimana kita khususnya ASN di wilayah Kantor Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral dalam membina kerukunan dan kebersamaan umat, bekerja sama dengan FKUB, pimpinan mejelis agama serta pemerintah terkait,” kata Lastra saat ditemui pada sela-sela acara di Hotel Oranje Denpasar, Kamis (14/3/2019).

Lastra mengaku dari tahun ke tahun pihaknya selalu melakukan inovasi agar bisa berkumpul dengan umat. Sebab, menurutnya, rukun itu tidak mungkin akan terjadi jika memang tidak pernah bertemu antara satu orang dengan orang yang lainnya. 

“Kita yakini dialog ini adalah suatu yang terbaik untuk bagaimana interaksi sosial tetap tegak dan berjalan dengan baik, sehingga setiap Dharma Santhi mengundang para tokoh agama, umat, majelis dan sebagainya. Harapannya membangkitkan satu komitmen untuk membangun kerukunan di Bali supaya tetap terjadi dengan baik,” tuturnya.

Menurutnya, Nyepi jika dimaknai dengan seluruh proses dan tahapannya, sebenarnya merupakan sebuah momentum untuk menjaga kerukunan.

Ia mengingatkan di India tahun Baru Saka berawal dari konflik yang tidak pernah berakhir di India.

Dari suku-suku bangsa yang banyak di India, tidak pernah hidup rukun dalam kurun waktu yang panjang.  Lahirnya tahun baru Saka saat itu di sana sekaligus menandakan kehidupan baru yang harmonis.

“Dengan demikian sangatlah tepat Nyepi sebagai pergantian tahun baru saka di Bali menjadi momentum peringatan untuk membangun sebuah kerukunan

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved