Nusa Penida jadi Wilayah Pertama di Bali yang Mengalami Musim Kemarau

“Daerah yang pertama kali memasuki musim kemarau pada pertengahan Maret (Maret dasarian 2) yaitu wilayah Nusa Penida,”

Nusa Penida jadi Wilayah Pertama di Bali yang Mengalami Musim Kemarau
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pemaparan awal musim kemarau di Bali oleh BBMKG Wilayah III Denpasar, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kondisi iklim terkini di wilayah Bali hingga 10 Maret 2019 secara umum masih ada hujan hingga kategori menengah. 

Distribusi CH di wilayah Bali secara umum antara 20 hingga lebih dari 300 mm/dasarian. 

Berdasarkan analisis Dinamika Atmosfer, masih terdapat peluang hujan pada bulan Maret terutama wilayah Bali bagian tengah dan selatan dengan frekuensi dan intensitas ringan sedang.

Secara umum awal musim kemarau 2019 di wilayah Bali diprakirakan masuk bulan Maret sebanyak 13 persen, April sebanyak 54 persen, Mei sebanyak 20 persen dan Juni sebanyak 13 persen.

Hal ini disampaikan Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, M Taufik Gunawan, Kamis (14/3/2019), kepada awak media di Kantor BBMKG Wilayah III Denpasar.

“Daerah yang pertama kali memasuki musim kemarau pada pertengahan Maret (Maret dasarian 2) yaitu wilayah Nusa Penida,” ungkap Taufik.

Baca: Wapres Dijadwalkan Tiba di Bali Sore Ini, Ribuan Pasukan Pengamanan VVIP Dikerahkan

Baca: Tutup Apel Dansat, Pangdam IX/Udayana Tekankan Netralitas Prajurit dalam Pemilu

Ia menambahkan, kemudian yang memasuki awal musim kemarau pada April dan Mei di antaranya wilayah Jembrana bagian utara, Tabanan bagian selatan, Tabanan/Badung/Gianyar bagian utara, Tabanan/Gianyar/Badung/Bangli bagian tengah, Tabanan/Bangli bagian barat laut, Bangli bagian utara, Buleleng bagian timur, Karangasem bagian utara, Karangasem bagian timur, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Badung bagian selatan dan Kota Denpasar.

Sedangkan wilayah yang terakhir memasuki awal musim kemarau yaitu di awal Juni (Juni dasarian 1), di antaranya Buleleng bagian selatan dan Karangasem bagian tengah. 

“Perlu diwaspadai potensi berkurangnya curah hujan pada puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada bulan Agustus 2019, khususnya di daerah Bali bagian utara,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved