Pecalang Bakal Dilatih Polisi, Dibuatkan Asosiasi hingga Tingkat Provinsi

pemberian pelatihan pecalang mengenai keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas) oleh pihak-pihak yang berkompeten, seperti kepolisian

Pecalang Bakal Dilatih Polisi, Dibuatkan Asosiasi hingga Tingkat Provinsi
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Suasana rapat lanjutan pembahasan Raperda tentang Desa Adat di Ruang Baleg, Kantor DPRD Provinsi Bali, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Paiketan Krama Bali mendatangi Gedung DPRD Bali guna memberi masukan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Desa Adat.

Salah satu masukan yang disampaikan adalah mengenai penguatan posisi pecalang, jika direstui pecalang akan dilatih polisi.

Ketua Pansus Raperda tentang Desa Adat, Nyoman Parta membenarkan pihaknya mendapat masukan dari Paiketan Krama Bali, salah satunya tentang pecalang.

Lanjutnya, memang keberadaan pecalang ini begitu bermanfaat dalam hal membantu dan menjaga kelancaran tugas-tugas di desa adat maupun tugas-tugas menjaga keamanan lingkungan. 

“Oleh karena itu, agar pecalang posisinya kuat, maka pecalang harus memiliki ketrampilan (skill) yang dimiliki ketika mereka melaksanakan tugasnya,” kata Parta usai memimpin rapat di Ruang Baleg Kantor DPRD Bali, Rabu (13/3/2019).

Dalam Perda desa adat ini akan mengatur pemberian pelatihan, pembekalan, dan materi kepada pecalang mengenai keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas) oleh pihak-pihak yang berkompeten, seperti kepolisian, Badan Kesbangpol dan sebagainya. 

Masukan berikutnya, kata Parta, agar pecalang dilibatkan dan ikut berpartisipasi menjaga keamanan Bali.

Maka untuk memperkuat fungsi dan perannya, disamping menjaga wewidangan (wilayah) desa adat masing-masing, pecalang juga dapat diperbantukan di desa adat lainnya

“Pecalang desa adat tetap bertugas di desa adat, namun pecalang nantinya juga akan mempunyai asosiasi di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Maka desa adat boleh meminta tolong kepada pecalang desa adat melakukan tugas-tugas pengamanan,” terangnya.

Mengenai mekanisme pembentukannya, asosiasi pecalang ini akan berada di bawah Majelis Desa Adat, baik itu majelis alit, madya, maupun utama. 

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved