'Pelaku Sudah di Kamar, Menarik, dan Matikan Lampu', Setelah Diperkosa Sekuriti, Korban Ketakutan
Sang korban berinisial D, setelah selesai menjemur baju kaget lantaran di dalam kamar kosannya sudah ada pelaku.
'Pelaku Sudah di Kamar, Menarik, dan Matikan Lampu', Setelah Diperkosa Ini Alasan Korban Tak Langsung Lapor. Sang korban berinisial D, setelah selesai menjemur baju kaget lantaran di dalam kamar kosannya sudah ada pelaku.
TRIBUN-BALI.COM - Oknum sekuriti berinisial R bermain lincah. Saat lihat korbannya menjemur pakaian, secara sigap dirinya masuk dalam kosan tanpa diketahui.
Sang korban berinisial D, setelah selesai menjemur baju kaget lantaran di dalam kamar kosannya sudah ada pelaku.
Diduga pelaku R (29) warga Kecamatan Sario ini, berbuat tak senonoh pada korban.
D, menceritakan saat itu dirinya baru saja menjemur pakaian. Ketika masuk ke dalam kamar, R sudah berada dalam kamar kosnya pada Rabu (6/3/2019)
"Saya kaget melihat dia sudah di dalam kamar, dan menarik saya ke dalam kamar," jelas D kepada polisi pada Rabu (13/3/2019)
Dia menambahkan saat itu R langsung mematikan lampu kamar lalu memperkosanya.
"Saya didorong ke tempat tidur, dan ditahan oleh tersangka, lalu disetubuhinya," ungkap karyawati perusahaan swasta ini.
Setelah memperkosa korban, R meninggalkannya seorang diri di dalam kamar.
Pascakejadian itu, D menjadi trauma dan bingung. Dia mengaku tak tahu harus mengadu kepada siapa.
Dia ingin menuntut keadilan, tapi malu aib tersebut terungkap dan diketahui banyak orang.
Baca: Nama Pengusaha Besar di Bali Akan Diungkap di Persidangan, Disebut Pelanggan Vanessa Angel
Baca: Pagi-pagi Oknum PNS Diduga Lakukan Ini Hingga Mobil Goyang, Satpol PP: Setelah Buka Kaca Tancap Gas
Baca: Petaka Pesta Valentine, Siswi SMP di Kupang Diperkosa Pacar Hingga Digilir, Ini Reaksi Sang Orangtua
Namun, dia mengaku tak tahan lagi menahan perlakuan yang telah merusak masa depannya itu. "Saya takut dan malu sehingga tak langsung melapor," katanya
Tim Paniki Rimbas I Polresta Manado pun sudah menangkap R , pria yang diduga melakukan pemerkosaan.
"Kami pergi ke rumah kos tersangka, namun temannya berkata bahwa tersangka sedang di tempat kerjanya," jelas Katim Paniki Rimbas I Aipda Jemmy Mokodompit.