Pemilu 2019

Putu Supadma Rudana: Jangan Tanya Komitmen Demokrat di Pilpres 2019

Saya banyak mendengar masyarakat menginginkan pemimpin muda sebetulnya, tetapi kan pemimpin muda ini baru akan hadir di 2024

Putu Supadma Rudana: Jangan Tanya Komitmen Demokrat di Pilpres 2019
Tribun Bali/Ragil Armando
Juru Bicara Kogasma DPP Demokrat, Putu Supadma Rudana (PSR) (kanan) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Juru Bicara Kogasma DPP Demokrat, Putu Supadma Rudana (PSR) saat dikonfirmasi Tribun Bali, Kamis (14/3/2019) tidak menampik bahwa kunjungan AHY ke Bali tersebut sebagai persiapan untuk mengenalkan Putra Mahkota SBY itu sebagai capres di Pilpres 2024.

Menurut PSR banyak masyarakat yang menginginkan sosok pemimpin muda di pilpres.

"Saya banyak mendengar masyarakat menginginkan pemimpin muda sebetulnya, tetapi kan pemimpin muda ini baru akan hadir di 2024. Jadi AHY ke Bali bukan saja persiapan 17 April saja," katanya.

PSR juga mengaku bahwa pihaknya saat ini juga mengutamakan pemenangan di Pileg 2019, apalagi menurutnya Demokrat harus bekerja ekstra keras untuk lolos parliamentary threshold (PT) yang minimal 4 persen itu.

Baca: Serap Aspirasi Rakyat dan Kader Demokrat, AHY Akan Turba ke Bali Esok, Ini Jadwalnya

Baca: Situs KPU Diretas, Ketua KPU Ungkap Fakta ini

"Kita ini ingin fokus untuk pemenangan kita. Karena pada saat kita berbicara Demokrat, kita ingin harus bisa lolos 4 persen PT,  kedua harus mencapai target minimal kita yakni 10 persen," akunya.

Saat disinggung apakah ini berarti Demokrat mengabaikan pemenangan Pilpres 2019.

Dirinya buru-buru membantahnya, menurut Anggota DPR RI Dapil Bali ini komitmen Demokrat kepada pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi tidak perlu dipertanyakan lagi.

"Pilpres tentunya otomatis bagi Demokrat sudah mengusung Paslon 02, jadi tidak perlu ditanyakan lagi," tegasnya.

Baca: Kurangi Pengeluaran Uang Dapur dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah

Baca: Tanggapan Wakil Presiden Jusuf Kalla Terkait Pariwisata Halal di Bali

Hanya saja, ia mengaku bahwa untuk mempersiapkan pemerintahan yang kuat maka harus diciptakan kekuatan yang kuat di parlemen.

Ini yang menjadi tujuan Demokrat Pemilu 2019 ini, bahkan ia mengaku Demokrat ingin agar apabila Prabowo-Sandi terpilih dapat menjadi mitra strategis di eksekutif dan legislatif.

"Tapi mekanismenya adalah pada saat mendapatkan suara tinggi, otomatis sangat berhubungan dengan suara itu ke Paslon 02. Apalagi jika 02 menang, maka kita akan dapat mendukung pemerintahan yang baik, karena DPR kan penting," ujarnya lagi. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved