Seni sebagai Penopang Pariwisata, Sayangnya Perupa Abstrak Perempuan Belum Muncul ke Permukaan 

Saat ini, menurut kurator seni, Wayan Seriyoga Parta, kehadiran perupa perempuan dalam genre abstrak masih belum ada yang mumpuni.

Seni sebagai Penopang Pariwisata, Sayangnya Perupa Abstrak Perempuan Belum Muncul ke Permukaan 
Tribun Bali/Putu Supartika
Salah seorang pengunjung sedang mengamati lukisan yang dipamerkan di Griya Santrian Sanur, Kamis (14/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini, menurut kurator seni, Wayan Seriyoga Parta, kehadiran perupa perempuan dalam genre abstrak masih belum ada yang mumpuni.

Sementara untuk perupa perempuan realis sudah ada dua orang.

"PR kita memang menjaring perupa perempuan non representatif atau yang berkarya dalam genre abstrak," kata Yoga saat konferensi pers pameran di Griya Santrian, Sanur, Kamis (14/3/2019).

Bahkan di Bali sendiri tidak terlalu banyak ada perupa perempuan.

Permasalahan ini disebabkan karena belum banyak yang muncul ke permukaan.

Baca: Nikmati Matahari Terbit dari Desa Pinggan Tanpa Perlu Naik Gunung

Baca: 14 Perupa Tampilkan 35 Lukisan di Griya Santrian, Ada Hasil Riset

Baca: Penting! Perhatikan Kondisi Keuangan Anda Sebelum Mulai Berinvestasi

Sementara itu, untuk potensi seni rupa dalam menunjang pariwisata sangat bagus.

Hal ini karena pariwisata Bali tidak bisa lepas dari seni budaya termasuk seni rupa ini.

"Seni ini sebagai penopang pariwisata budaya. Sehingga seni rupa kini hadir di beberapa pusat pariwisata seperti Sanur, maupun Kuta. Dan dari sana betapa wilayah pariwisata memberikan kita persaingan kreatif dalam persaingan global," katanya.

Oleh karena itu dalam kehidupan seni rupa ini harus bisa menunjukkan kekuatan yang dimiliki, salah satunya yakni riset budaya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved