Bahas Ketum Parpol Kena OTT KPK, Wayan Koster Cerita Pengalaman Dipanggil KPK, 'Gak Bisa Tidur,'

Gubernur Bali, I Wayan Koster memberi komentar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap ketum

Bahas Ketum Parpol Kena OTT KPK, Wayan Koster Cerita Pengalaman Dipanggil KPK, 'Gak Bisa Tidur,'
Tribun Bali/ Net
Wayan Koster. 

Bahas Ketum Parpol Dicokok KPK, Koster Ceritakan Saat Dipanggil KPK, 'Gak Bisa Tidur, Berat Badan Turun'.“Saya punya pengalaman juga dipanggil KPK tahun 2011 yang lalu. Maka adalah istilahnya jus apa yang paling cepat menurunkan berat badan adalah ‘jus KPK’,"

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, I Wayan Koster memberi komentar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap ketua umum partai politik di Jawa Timur.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi program pemberantasan korupsi terintegrasi Provinsi Bali, dirinya membagikan pengalamannya saat dipanggil KPK pada tahun 2011 lalu.

Disanalah ia kemudian mengetahui istilah "jus KPK" yang merupakan jus yang paling ampuh untuk menurunkan berat badan.

“Saya punya pengalaman juga dipanggil KPK tahun 2011 yang lalu. Maka adalah istilahnya jus apa yang paling cepat menurunkan berat badan adalah ‘jus KPK’," kata Koster di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/3/2019).

Baca: Ketua KPK Benarkan Ketum PPP Romahurmuziy Terjaring OTT

Baca: Sumber A1, Kejadian di Kanwil Kementrian Agama, Ketum Parpol Diduga Diciduk KPK, Ini Kronologinya

Baca: Kemenag Jatim Beri Penjelasan Soal OTT Ketum PPP Romahurmuziy

Baca: Ini Gambaran Skuat Bali United yang Diturunkan Coach Teco Lawan Timnas U-23 Indonesia

Baca: FOTO: Kedatangan Pemain Timnas U-23 Disambut Antusias Semeton di Bandara I Gusti Ngurah Rai

"Paling cepat dah itu karena bikin kita gak bisa tidur,” sebutnya lagi.

Jadi dengan pengalaman itu, Koster mengaku menjadi lebih matang dalam bekerja sebagai Gubernur Bali disamping juga setiap saat harus berhati-hati dengan sistem birokrasi.

“Saya tidak mau ada masalah dikemudian hari,” imbuhnya.

Selanjutnya, setiap ada berita OTT KPK seperti kasus di Jawa Timur itu dirinya pasti share info tersebut dan mengingatkan kepada seluruh jajaran di bawahnya, terutama kepada kader partai PDI Perjuangan yang dipimpinnya untuk tidak bermain-main dengan korupsi.

Baca: Laga Uji Coba Bali United Vs Timnas U-23 Indonesia Alami Perubahan Jadwal

Baca: 40 Jemaah Sholat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood Dinyatakan Tewas, PM: Ini Serangan Teroris

Baca: Tak Lagi Jadi Misteri, Ini Jawaban Saat Manusia Menguap Bisa Menular Pada yang Lain

Baca: Pagi-pagi Oknum PNS Diduga Lakukan Ini Hingga Mobil Goyang, Satpol PP: Setelah Buka Kaca Tancap Gas

Baca: Istri Curiga Toilet Terkunci dari Dalam, Saat Diintip Suaminya Lakukan Hal Tak Teduga Pada Putrinya

Adapun kader partai yang dipimpinnya terdiri dari Kepala daerah, Ketua DPRD, ketua fraksi, anggota DPR dan DPRD.

“Sejak ada berita itu, sebagai pimpinan partai saya langsung share dan pokoknya kalau ada yang kena begitulah aturannya. Gitu aja."

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved