80 Intel Kodam IX/Udayana Ikuti Pembinaan Cegah dan Deteksi Dini Gangguan Pemilu

Kegiatan Pembinaan dan Komunikasi Pejabat Intelpam TNI Kewilayahan diikuti oleh 80 personel dari Aparat Intelijen jajaran Kodam IX/Udayana

80 Intel Kodam IX/Udayana Ikuti Pembinaan Cegah dan Deteksi Dini Gangguan Pemilu
Pendam IX Udayana
Kodam IX/Udayana menggelar kegiatan Pembinaan dan Komunikasi Pejabat Intelpam TNI Kewilayahan dengan instansi terkait, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kodam IX/Udayana menggelar kegiatan Pembinaan dan Komunikasi Pejabat Intelpam TNI Kewilayahan dengan instansi terkait.

Diketahui kegiatan tersebut diikuti oleh 80 personel dari Aparat Intelijen jajaran Kodam IX/Udayana dan instansi terkait yang diundang hadir pada Jumat (15/3/3019) kemarin.

Narasumber lainnya yakni Ketua KPU Provinsi Bali dan Staf Bawaslu Provinsi Bali, diikuti oleh 80 orang personel dari Aparat Intelijen jajaran Kodam IX/Udayana, di Aula Makodam IX/Udayana.

Baca: Terima Bonus Rp 265 Juta, Kadek Agung Berikan Semuanya untuk Orangtua

Baca: Baksos Lanal Denpasar Bantu 437 Pasien, 6 Orang Jalani Operasi Katarak Gratis

Asisten Intelijen Kasdam IX/Udayana, Kolonel Inf Haryantana, mewakili Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, membuka acara secara resmi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan kegiatan ini mengusung tema “Aparat Intelijen Siap Mendukung Tugas Pokok Kodam IX/Udayana Dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2019 di Wilayah Bali".

Tujuan kegiatan ini menyiapkan secara matang aparat intelijen jajaran Kodam IX/Udayana dengan berpedoman pada prinsip hukum dan ketentuan perbantuan TNI kepada Kepolisian, Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004, pasal 7 ayat 2.

Baca: Kadek Agung Minta Fans Bali United Beri Tekanan untuk Timnas U-23, Modal Berangkat ke Vietnam

Baca: Target ke Vietnam Bersama Timnas U-23, Kadek Agung Tak Main-main Hadapi Bali United

Selain itu tentunya dengan tetap memegang teguh komitmen netralitas TNI sebagai wujud partisipasi aparat TNI dalam menjamin sukses dan kelancaran jalannya Pilleg maupun Pilpres 2019 pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu dijelaskannya, tanpa mengesampingkan tugas pokok yakni melaksanakan Deteksi Dini dan Cegah Dini untuk mencegah kemungkinan akan adanya gangguan terhadap pelaksanaan Pilleg maupun Pilpres 2019.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan dalam pembekalannya, mengutarakan tentang kesiapan KPU Provinsi Bali dalam pelaksanaan Pilleg dan Pilpres 2019 mendatang.

Baca: Tukang Sapu Ikut Tentukan Rektor Universitas Warmadewa

Baca: Siswa SD Negeri 5 Peninjoan Bersihkan Sampah di Lokasi TMMD

Adapun hal penting yang disampaikan terkait dengan Warga Negara Asing (WNA), khususnya bagi WNA yang terdaftar sebagai pemilih, dicoret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved