Akibat Tungku Belum Padam, Dapur Ketut Sadia Nyaris Ludes Terbakar

Hanya karena lalai memastikan seluruh bara api pada kompor tungku tradisional telah padam, dapur milik Ketut Sadia hampir saja ludes dilalap api

Akibat Tungku Belum Padam, Dapur Ketut Sadia Nyaris Ludes Terbakar
Humas Polres Bangli
Kondisi dapur milik Ketut Sadia usai mengalami kebakaran pada Minggu (17/3/2019) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hanya karena lalai memastikan seluruh bara api pada kompor tungku tradisional telah padam, dapur milik Ketut Sadia hampir saja ludes dilalap si jago merah.

Beruntungnya musibah itu cepat diketahui sehingga kobaran api tidak merembet pada bangunan lain di kediaman pria 43 tahun asal Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut ini.

Berdasarkan informasi, musibah kebakaran itu diketahui pada Minggu (17/3/2019) dini hari.

Baca: 10 Siswa Sekolah di Bangli Ini Tunggak Uang SPP Hingga Total Rp 43 Juta, Andy: Mereka Anak Miskin

Baca: Suka Coba Tester Maskara di Toko Kecantikan? Berhenti Melakukannya karena Bahaya Ini Bisa Terjadi

Ibu Sadia, Ni Nyoman Mesir yang telah tertidur pulas tiba-tiba terbangun lantaran mendengar suara gemuruh layaknya benda jatuh.

Kondisi dapur milik Ketut Sadia usai mengalami kebakaran pada Minggu (17/3/2019) dini hari.
Kondisi dapur milik Ketut Sadia usai mengalami kebakaran pada Minggu (17/3/2019) dini hari. (Humas Polres Bangli)

Penasaran, wanita 70 tahun itu kemudian keluar kamar untuk menelusuri sumber suara.

Betapa terkejutnya Nyoman Mesir ketika baru keluar kamar tidur, melihat kobaran api mulai membesar di areal dapur.

Baca: Ingin Lawan Kerutan? Gunakan Masker Buah Naga untuk Lawan Kerutan dengan Cara Alami dan Mudah

Baca: Ular Sanca Batik 4 Meter Masuk Rumah Warga di Denpasar & Sembunyi di Bawah Sofa, Ini Imbauan BPBD

Melihat hal tersebut, Nyoman Mesir sontak berteriak meminta pertolongan pada keluarga dan warga sekitar.

Tak berselang lama warga berdatangan untuk membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya, dan satu jam kemudian api dapat dipadamkan.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi saat dikonfirmasi Minggu (17/3/2019), membenarkan terjadinya musibah kebakaran yang diketahui pada pukul 01.00 Wita itu.

Baca: Masuki Usia 415, Kota Singaraja Hadirkan Berbagai Kegiatan Menarik Mulai Februari Hingga April 2019

Baca: Resmi Luncurkan Jersey Baru, Indofood Masih jadi Sponsor Utama Bali United

Namun demikian, kobaran api dengan cepat dipadamkan oleh warga sekitar.

Berdasarkan olah TKP serta keterangan saksi, lanjutnya, musibah kebakaran tersebut diduga akibat kelalaian Ketut Sadia usai membuat jaja gipang pada hari Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 23.30 Wita, dimana bara api pada kompor tungku tradisional belum sepenuhnya dipadamkan.

Bara api itu kemudian merembet pada sisa serabut bambu yang berada di sekitarnya hingga menyebabkan kebakaran.

Baca: Atta Halilintar Blak-blakan Soal Caranya Peroleh Jutaan Subscribers di YouTube

Baca: Susah Mengontrol Keuangan? Ini 10 Cara Sederhana Agar Anda Hidup Hemat

AKP Sulhadi menekankan tidak ada korban jiwa pada musibah dini hari tersebut, sebab kebakaran cepat diketahui dan mendapat penanganan.

Walau demikian berdasarkan olah TKP, diketahui sejumlah barang-barang dapur dilalap si jago merah.

"Ada beberapa barang seperti meja, kompor gas, serta peralatan dapur lain yang terbakar. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp 30 juta," tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved