Bali United

Membaca Makna Kalung Panglima Perang Kebo Iwa di Jersey Baru Bali United

Bali United FC memperkenalkan jersey baru yang akan dikenakan pada musim kompetisi Liga 1 2019.

Membaca Makna Kalung Panglima Perang Kebo Iwa di Jersey Baru Bali United
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Bek Kanan Bali United, I Made Andhika mengenakan jersey baru musim 2019. Bali United memperkenalkan seragam barunya tersebut di acara Bali United Festival di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (16/3/2019). 

Membaca Makna Kalung Panglima Perang Kebo Iwa di Jersey Baru Bali United

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bali United FC memperkenalkan jersey baru yang akan dikenakan pada musim kompetisi Liga 1 2019.

Bali United memperkenalkan seragam barunya tersebut di acara Bali United Festival di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (16/3/2019).

Tim berjulukan Serdadu Tridatu ini kembali menggunakan seragam berwarna merah, putih, dan hitam, seperti pada musim-musim sebelumnya.

Bali United FC memperkenalkan jersey baru yang akan dikenakan pada musim kompetisi Liga 1 2019. Bali United memperkenalkan seragam barunya tersebut di acara Bali United Festival di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (16/3/2019).
Bali United FC memperkenalkan jersey baru yang akan dikenakan pada musim kompetisi Liga 1 2019. Bali United memperkenalkan seragam barunya tersebut di acara Bali United Festival di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (16/3/2019). (DOKUMENTASI BALI UNITED)

CEO Bali United, Yabes Tanuri, menjelaskan soal desain jersey terbaru Bali United.

Yabes menjelaskan, di bagian dada ada motif dari kalung Kebo Iwa.

para pemain mengenakan jersey baru musim 2019 Bali United memperkenalkan seragam barunya tersebut di acara Bali United Festival di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (16/3/2019).
para pemain mengenakan jersey baru musim 2019 Bali United memperkenalkan seragam barunya tersebut di acara Bali United Festival di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (16/3/2019). (TRIBUN BALI/RIZAL FANANY)

Kebo Iwa adalah salah seorang pengalima Mililter Bali pada awal abad ke-14.

Dia dianggap sangat sakti sehingga siapa saja yang melawannya akan habis dan tidak bisa berkutik.

"Di bagian bawah baju ada poleng Bali," kata Yabes.

Di bagian belakang, ada warna merah, putih, dan hitam. Kami hampir melakukan banyak perubahan dibandingkan musim lalu," tutur Yabes. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved