Mengenal Lebih Dekat Kartun Editorial Dalam Kelas Kreatif Karikatur

Kelas Kreatif Karikatur di Bentara Budaya Bali kali ini difokuskan pada seluk beluk kartun editorial yang muncul berkala di media massa

Mengenal Lebih Dekat Kartun Editorial Dalam Kelas Kreatif Karikatur
Bentara Budaya Bali
Kelas Kreatif Karikatur di Bentara Budaya Bali (BBB), pada Sabtu (16/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Karikatur bukan semata menampilkan humor atau kelucuan, namun juga dapat menjadi sarana menyampaikan opini dan mengkritisi situasi sosial di masyarakat.

Hal tersebut diulas dalam program Kelas Kreatif Karikatur di Bentara Budaya Bali (BBB), pada Sabtu (16/3/2019).

Acara bertajuk “Gores Garis Figur Bertutur” ini menghadirkan pemateri I Wayan Nuriarta, seorang kartunis yang juga dosen Desain Komunikasi Visual di ISI Denpasar.

Adapun Kelas Kreatif kali ini merupakan kelanjutan dari lokakarya seputar Ikonik Dunia Kartun Indonesia yang digelar terdahulu bersama kartunis Jango Pramartha (Ketua Indonesian Cartoonist Association 2005-2010).

Baca: Kisah Mahasiswi 18 Tahun Melawan dari Terkaman Sang Paman hingga Selamat dari Usaha Perkosaan

Baca: Kenapa Bunyi Kentut Berbeda? Begini Penjelasannya

Bila sebelumnya dibincangkan perihal sosok-sosok ikonik dunia kartun Indonesia, berikut proses cipta dan latar sosial kultural kelahirannya, kini lebih difokuskan pada seluk beluk kartun editorial yang muncul berkala di media massa.

Pada program ini diulas perihal sejarah dan perkembangan kartun dan karikatur.

Karikatur sebagaimana dikenal sekarang ini bermula pertama kali di Italia pada abad ke-16, dari kata caricare, berarti kecenderungan melebih-lebihkan.

Karikatur menggambarkan sosok-sosok yang populer atau dikenal publik, dihadirkan guna memicu kelucuan tertentu seraya menyiratkan pesan tersendiri.

Baca: Satu Per Satu Pintu Kamar Dibuka, 12 Pasangan Mesum Habiskan Sisa Malam Minggu di Mako Satpol PP

Baca: Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Wakapolres Badung Pimpin 32 Personel Lakukan Patroli

I Wayan Nuriarta juga memaparkan perkembangan dan periodisasi seni karikatur dan kartun editorial di Indonesia, berikut peran kehadirannya di media massa dalam mengkritisi situasi sosial yang berkembang di masyarakat.

Termasuk hal-hal apa saja yang patut diperhatikan oleh seorang kartunis sewaktu membuat karikatur yang kritis, namun tidak kehilangan kesan humor serta tidak menyinggung penguasa.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved