Musim Tak Menentu, Panas Tubuh Tinggi, Waspadai Penyakit Ini, Segera Periksa ke Dokter

Musim yang tak menentu, kadang panas, kadang hujan memang perlu diwaspadai.

Musim Tak Menentu, Panas Tubuh Tinggi, Waspadai Penyakit Ini, Segera Periksa ke Dokter
Tribun Bali/Putu Supartika
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Musim yang tak menentu, kadang panas, kadang hujan memang perlu diwaspadai.

Hal ini jadi pemicu berkembangnya jentik nyamuk dan jika sudah menjadi nyamuk bisa menjadi pemicu Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini mengatakan jika ada masyarakat yang mengalami panas tinggi, sakit kepala, dan mual-mual diharapkan untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau ke dokter.

"Hari ketiga dan keempat, biasanya panasnya turun, tapi bukan sehat. Itu harus diwaspadai panasnya turun karena dia masuk fase kritis di mana kaki dan tangan dingin maka harus waspada. Kalau penderita panas lebih baik langsung periksakan ke puskesmas terdekat atau ke dokter," kata Armini saat dihubungi Minggu (17/3/2019) siang.

Baca: Mengapa Orang dengan Golongan Darah O Lebih Sering Digigit Nyamuk dan Rawan Terkena Demam Berdarah?

Baca: Sudah Seminggu Ini Penderita Demam Berdarah Terus Meningkat di Klungkung

Jika pada hari ketiga sejak panas, mulai gelisah dan panas menurun agar kembali menghubungi dokter.

Selain itu, Armini juga menyarankan agar penderita sering minum air putih, jaga pola makan.

"Untuk antisipasi juga harus jaga kesehatan dan pola makan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, olahraga," katanya.

Seseorang yang anggota keluarganya terkena DBD juga bisa berpotensi terkena DBD jika terkena gigitan nyamuk.

Baca: Fogging hanya Mampu Matikan Nyamuk Dewasa, Basmi Jentik Nyamuk dengan Ikan Ini

Baca: 4 Tempat yang Sering Diabaikan dalam Pencegahan DBD padahal Bisa Menjadi Sarang Nyamuk

"Menularnya tentunya lewat gigitan nyamuk. Jika ada jentik di sana terus ada keluarga sakit kalau tergigit bisa menular," kata Armini.

Sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Adapun caranya bukan dengan membersihkan genangan air baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Jika ada barang bekas berupa pot, kaleng, tempurung kelapa yang tergenang air agar ditelungkupkan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved