Narapidana Cantik di Bali Berlenggak-lenggok di Fashion Show Asbest, Begini Penampilan Ratna Dewi

Kesan seram penjara seolah terhapus ketika para narapidana cantik berlenggak-lenggok mengikuti fashion show di Renon, Denpasar.

Narapidana Cantik di Bali Berlenggak-lenggok di Fashion Show Asbest, Begini Penampilan Ratna Dewi
Tribun Bali/Noviana Windri
Ratna Dewi bersama 6 rekan WBP Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar tengah berlenggak-lenggok di atas panggung Asbest Festival Ke-2 tahun 2019 di Plaza Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (16/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kesan seram penjara seolah terhapus ketika para narapidana cantik berlenggak-lenggok mengikuti fashion show di Renon, Denpasar.

Sebanyak 7 orang narapidana Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar ikuti fashion show endek dalam pembukaan Asbest Festival ke-2 yang digelar oleh Asosiasi Endek, Bordir dan Songket (Asbest) Kota Denpasar dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Denpasar. Acara ini digelar di Plaza Renon, Denpasar, Sabtu (16/3) malam.

Dengan balutan gaun endek berwarna biru dan make up yang elegan tentunya membuat kesan negatif seorang narapidana seperti jahat, angker dan menakutkan seketika hilang.

Wajah bahagia dan senyum semringah terlihat jelas pada wajah ketujuh narapidana Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar. Mereka berlenggak-lenggok di atas panggung dengan penuh percaya diri.

Sama halnya dengan orang biasa, tak nampak satupun dari mereka yang terlihat seperti seseorang yang pernah berbuat kejahatan.

Satu diantara yang tampil malam itu adalah Ni Luh Ratna Dewi, istri almarhum mantan anggota DPRD Bali Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol, yang terlibat kasus narkoba.

Salah seorang narapidana kasus narkoba (26) asal Surabaya yang dihukum 4 tahun kurungan penjara menuturkan kepada Tribun Bali bahwa ia sangat senang dan bahagia bisa terlibat acara di luar Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar.

"Saya senang dan bahagia. Ini sudah kedua kali saya ikut kegiatan ke luar Lapas. Sebelumnya di acara Kanwil. Tapi sebelumnya itu menari. Harapannya saya ingin segera bebas dan teman-teman yang lain juga begitu," ujarnya ramah kepada Tribun Bali.

Ia menyebutkan, WBP di Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar memiliki banyak potensi dan keterampilan yang masih terpendam.

Kepal Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar, Lili mengatakan, para WBP juga mampu mempromosikan endek melalui festival Asbest atau festival serupa.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved