Dharma Wacana

Bangun Pura Pakai Dana Hibah, Begini Pandangan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya

Pembangunan atau renovasi tempat suci adalah salah satu bentuk yadnya pada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Bangun Pura Pakai Dana Hibah, Begini Pandangan Ida Pandita Mpu Jaya Acharya
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).   

Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

TRIBUN-BALI.COM, - Pembangunan atau renovasi tempat suci adalah salah satu bentuk yadnya pada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Dalam beryadnya, tentu kita harus mempertimbangkan salah satu konsep agama Hindu, yakni Catur Purusa Artha: Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

Dalam implementasinya, tentu kita tidak bisa memilih satu sub konsep saja.

Tetapi harus dijalankan berkesinambungan sesuai dengan posisi di mana kita berada.

Namun fenomena saat ini, orang berbondong-bondong mencari bantuan (artha) ke pemerintah, untuk membangun tempat suci, dan sebagainya.

Tujuannya, supaya krama tidak dibebankan urusan dana.

Tentu, hal tersebut bagus karena dapat meringankan umat. Apalagi kalau ada desa adat atau kelompok masyarakat yang amongan puranya besar, tetapi jumlah krama-nya sedikit.

Namun sekarang, hendaklah kita tahu bagaimana alokasi atau penggunaan artha itu.

Dalam Kitab Sarasamuscaya dijelaskan, artha kesidaning kama atau arta untuk investasi, untuk memenuhi hasrat kehidupan kita.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved