Panen 5 Tahun Sekali, Poh Wani Dibanderol Rp 5.000 per Kg

Teriakan kecil dari pemanjat pohon menandakan bahwa keranjang telah penuh berisi wani dan siap diturunkan lalu dimasukkan ke dalam karung

Panen 5 Tahun Sekali, Poh Wani Dibanderol Rp 5.000 per Kg
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Nengah Pada menunjukkan poh wani yang baru saja ia panen. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Di tengah semak belukar, beberapa orang petani dan buruh di Banjar Telengan, Desa Gegelang, Manggis, Karangasem, memanen buah poh (mangga) wani.

Teriakan kecil dari pemanjat pohon menandakan bahwa keranjang telah penuh berisi wani dan siap diturunkan lalu dimasukkan ke dalam karung.

Tribun Bali menyusuri semak dan bertanya kepada seorang buruh bernama Ni Nengah Pada.

Wanita paruh baya ini terlihat menunggu keranjang penuh, sambil terus melirik ke atas pohon wani yang menjulang tinggi.

Baca: 6 Cara Menjaga Mr P Tetap Prima Meski Usia Bertambah

Baca: Angkasa Pura Lakukan Rampok Plastik, Penumpang Rela Plastiknya Diganti dengan Tas Ramah Lingkungan 

“Biasanya panen 5 tahun sekali ini buahnya,” kata Nengah Pada sembari menuangkan wani ke dalam karung, Sabtu (16/3/2019).

Di tangan pertama, atau petani wani di sana harga dibanderol Rp 5.000 per kg.

“Ya biasanya isinya dua atau satu buah per kg tergantung besarannya,” ujarnya.

Terlihat sudah 6 karung terkumpul di dekatnya, yang dipanen sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

Baca: Kapten Kalteng Putra, Gede Sukadana Tetap Ingin jadi Suporter Bali United

Baca: Raih Prestasi Juara Umum di Wali Kota Cup X, Taekwondo Dinasty TNI AL Gelar Malam Syukuran

“Kalau upah saya dari buruh ini dapat Rp 40 ribu per hari,” sebutnya.

Nengah Pada mengatakan, kadang mereka bisa mendapatkan hingga 12 karung apabila buahnya banyak.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved