Amor Ring Acintya, Perbekel Sebatu Meninggal Dunia Setelah Pingsan Saat Menangkap Ayam

Sembari berlinang air mata, Sri Rejeki mengatakan dirinya tak menduga akan ditingalkan secara mendadak seperti ini.

Amor Ring Acintya, Perbekel Sebatu Meninggal Dunia Setelah Pingsan Saat Menangkap Ayam
Istimewa
I Wayan Pasek Yusabawa semasa hidup 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Di tengah hujan lebat dan udara dingin di Banjar/Desa Sebatu, Tegalalang, hari ini, Selasa (19/3/2019) Ni Gusti Ayu Kadek Sri Rejeki merasakan kesedihan yang mendalam.

Betapa tidak, suasana seperti ini, tak lagi bisa dilaluinya bersama sang suami, I Wayan Pasek Yusabawa (55), yang juga Perbekel Sebatu dua periode.

Yusabawa meninggal akibat pembuluh darah pecah, karena tensinya mendadak tinggi.

Dia meninggal di RSUD Sanjiwani Gianyar, Selasa (19/3/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

Sembari berlinang air mata, Sri Rejeki mengatakan dirinya tak menduga akan ditingalkan secara mendadak seperti ini.

Sebab sebelum meninggal, suaminya tersebut masih dalam kondisi sehat.

Pada Senin (18/3/2019) Yusabawa bahkan masih sempat memimpin rapat subak  setempat.

“Saya tidak pernah menyangka secepat ini. Kemarin (Senin) bapak sehat-sehat saja. Sempat memberikan sosialisasi di wantilan subak,” ujarnya.

Menurut Sri Rejeki, setelah pulang dari acara sosialisasi tersebut, suaminya  masih tidak memperlihat gejala sakit apapun.

Namun ketika berusaha menangkap seekor ayam, yang mengganggu kurungannya sekitar pukul 19.00 Wita, Yusabawa tiba-tiba terjatuh dan pingsan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved