Bertani Kini Semakin Canggih, Kementan Dorong Generasi Milenial untuk Masuki Industri Pertanian 4.0

Berbagai aplikasi teknologi kini telah diperkenalkan untuk membantu usaha tani terutama mempermudah petani.

Bertani Kini Semakin Canggih, Kementan Dorong Generasi Milenial untuk Masuki Industri Pertanian 4.0
Tribun Bali/Rizal Fanany
(ilustrasi) Warga memanen hasil pertanian di Desa Amed dengan latar belakang Gunung Agung, Karangasem, Selasa (26/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, SENTUL - Kementerian Pertanian (Kementan) siap memasuki revolusi industri 4.0 dalam rangka mendorong modernisasi pertanian dan generasi milenial di sektor pertanian.

Berbagai kebijakan yang disiapkan dapat menunjang efisiensi dan produktivitas pertanian sehingga meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani.

"Sektor pertanian sudah memasuki industri 4.0 yang ditandai babak baru antara lain munculnya KATAM, SI MANTAP, Smart farming, smart green house, autonomous tractor, dan smart irrigation," ujar Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Dedi Nursyamsi.

 
Hal ini diungkapkan dalam Bincang Asyik Pertanian kerja sama antara Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dan Kementerian Pertanian bertemakan"Mendorong Modernisasi dan Regenerasi Pertanian di Era Revolusi Industri," di Sentul City, Jawa Barat, Senin (18/3/2019).

Baca: Sosok Yang Diduga Memperkosa Bidan YL Terungkap, Tukang Kayu Ini Tergoda Saat Lihat Bidan Tidur

Baca: Rusia Kerahkan Jet Pembom Tu-22M3 dan Sistem Rudal Iskander Berkemampuan Nuklir ke Crimea

Hadir pula pembicara lainnya yaitu Tenaga Ahli Menteri Pertanian Farid Bahar dan Ekonom Universitas Indonesia, Riyanto.

 
Dedi Nursyamsi menuturkan, perkembangan teknologi sangat luar biasa karena telah memasuki era teknologi 4.0 yang sangat luar biasa dampaknya terhadap produksi barang dan jasa.

Apalagi penggunaan internet dan teknologi informasi telah menjadi bagian kehidupan manusia sehari-hari.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian sangat siap memasuki revolusi industri 4.0 melalui berbagai aplikasi serta kebijakan.

Berbagai aplikasi teknologi kini telah diperkenalkan untuk membantu usaha tani terutama mempermudah petani.

Sebagai contoh, aplikasi Sipotandi yang menggunakan citra satelit beresolusi tinggi untuk bisa membaca standing crop tanaman padi.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved