Sejak Dilangsungkannya Rangkaian Upacara Panca Wali Krama, 52 Jenazah Dititip di RSUD Wangaya

Serangkaian dengan Panca Wali Krama, PHDI mengeluarkan larangan untuk ngaben.

Sejak Dilangsungkannya Rangkaian Upacara Panca Wali Krama, 52 Jenazah Dititip di RSUD Wangaya
Tribun Bali/Putu Supartika
Jenazah yang dititipkan di kamar jenazah RSUD Wangaya, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serangkaian dengan Panca Wali Krama, PHDI mengeluarkan larangan untuk ngaben.

Berdasarkan keputusan pesamuhan madya PHDI Provinsi Bali Nomor 01/PESAMUHAN-MADYA/PHDI-BALI/VIII/2018 tentang Upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih tahun 2019 diputuskan bahwa masyarakat tak diperkenankan melaksanakan uapacara pengabenan atau atiwa-tiwa terhitung mulai Minggu (20/1/2019).

Berdasarkan keputusan tersebut pengabenan tak boleh dilakukan hingga 4 April 2019.

Hal tersebut berdampak pada meningkatnya penitipan jenazah di kamar jenazah rumah sakit.

Salah satunya terjadi di RSUD Wangaya.

Hingga Selasa (19/3/2019) tercatat sebanyak 52 jenazah telah dititipkan di RSUD Wangaya.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD Wangaya, AA Ngurah Suastika mengatakan peningkatan penitipan jenazah ini melonjak saat dimulainya larangan ngaben ini.

Dari 52 jenazah tersebut, 15 dititip dalam freezer dan sisanya diletakkan dalam peti di luar freezer.

"15 jenazah diletakkan dalam freezer sisanya di luar yang diawetkan denhan pakai formalin dan ditaruh dalam peti," kata Suastika.

Ia mengatakan bahwa daya tampung jenazah di kamar jenazah RSUD Wangaya yakni 75 jenazah.

"Untuk freezer ini memang sudah full. Karena daya tampungnya fiks 15 jenazah," katanya.

Ia mengatakan bahwa perhari biaya penitipan jenazah ini yakni Rp 90 ribu jika dititip dalam freezer dan Rp 40 ribu jika di luar freezer.

Ia memperkirakan jumlah jenazah yang dititipkan akan mengalami peningkatan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved