Notaris yang Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Kembali Jalani Sidang, Begini Penuturan Saksi Korban

Terdakwa Ketut Neli Asih (54) seorang notaris yang terjerat kasus dugaan penggelapan, Selasa (19/3/2019) kemarin, kembali menjalani persidangan

Notaris yang Diduga Terlibat Kasus Penggelapan Kembali Jalani Sidang, Begini Penuturan Saksi Korban
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Terdakwa Ketut Neli Asih (54) saat menjalani sidang lanjutan di PN Denpasar, Selasa (20/3/2019) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Ketut Neli Asih (54) seorang notaris yang terjerat kasus dugaan penggelapan, Selasa (19/3/2019) kemarin, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Pimpinan Sidang Hakim Partha Bhargawa menyebutkan agenda persidangan kali ini mendengarkan keterangan saksi korban di mana menghadirkan saksi korban, Mahendra Anton Inggriyono saat memberi kesaksian terkesan meringankan terdakwa Neli.

 
Di mana dalam persidangan Anton Inggriyono mengaku, tidak pernah melaporkan terdakwa ke Polisi.

"Saya tidak pernah melaporkan terdakwa (Neli) ke polisi, yang saya laporkan adalah Gunawan Priambodo (terdakwa dalam berkas terpisah)," ujar saksi menjawab pertanyaan tim kuasa hukum terdakwa yang di ketuai oleh Jhon Korassa.

 
Selain itu, dalam kesaksiannya, saksi korban cenderung memberi keterangan yang justru menyudutkan terdakwa Gunawan Priambodo.

Dikatakan saksi, dari beberapa kali transaksi dengan Gunawan, tidak ada satu pun yang berjalan lancar. 

 
Menurut saksi, bisnis yang terjalin dengan Gunawan Priambodo banyak yang gagal karena beberapa objek seperti, ruko, pembangunan apartemen dan pembelian tanah ternyata ada yang bukan milik Gunawan Priambodo, bahkan ada pula yang belum mengantongi izin dalam proses pembangunannya.

Salah satu persoalan yang membuat Gunawan Priambodo masuk ke sel adalah kasus pembelian tanah yang belakangan diketahui bernama Paradise Loft.

 
Pasalnya, setelah saksi korban melakukan pembayaran yaitu senilai Rp. 11.637.500.000 saksi korban belum juga menerima sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), baik dari terdakwa maupun dari Gunawan Priambodo.

 
"Saya sempat menanyakan kepada Gunawan Priambodo, pada saat itulah kami baru mengetahui bahwa sertifikat HGB Paradise Loft No. 7062/Kelurahan Benoa sudah diambil oleh saksi Sugiartini,” sebut saksi.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved