Beringin Keramat di Desa Bangbang Roboh, Proses Evakuasi Diawali dengan Matur Piuning

Selain menutup akses jalur sekitar, robohnya pohon beringin berusia ratusan tahun ini juga merusak tembok penyengker rumah milik warga sekitar

Beringin Keramat di Desa Bangbang Roboh, Proses Evakuasi Diawali dengan Matur Piuning
BPBD Bangli
Evakuasi - Sejumlah anggota BPBD Bangli melakukan evakuasi material pohon beringin di Pura Puser Tasik, Kamis (21/3/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pohon beringin di Jaba Pura Puser Tasik, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku dilaporkan roboh pada hari Kamis (21/3/2019).

Selain menutup akses jalur sekitar, robohnya pohon beringin berusia ratusan tahun ini juga merusak tembok penyengker rumah milik warga sekitar.

Perbekel Desa Bangbang, Komang Sudianta mengatakan, sebelum pohon beringin yang tumbuh di sekitar Pura Puser Tasik, Dusun Bangbang Kaja itu tumbang, kondisi pohon memang diketahui sudah miring.

Hal ini lantaran akar pohon berusia ratusan tahun itu sudah lapuk, di samping juga struktur tanah di sekitarnya tergolong gembur.

Baca: 5 Kasus Orang Hilang Paling Misterius di Dunia, Brandon Swanson Melihat Sesuatu Sebelum Menghilang

Baca: Percakapan di Lion Air JT 610 PK-LQP Sebelum Jatuh di Perairan Karawang Terkuak, Kopilot Berteriak

Sudianta tidak memungkiri jika miringnya pohon berdiameter 1,2 meter itu, sempat menimbulkan kekhawatiran pihaknya.

Hal ini disebabkan jalanan di sekitar merupakan jalur penghubung sejumlah desa yang tergolong padat dilintasi pengendara motor maupun mobil.

“Memang sempat khawatir karena kemarin (Rabu), tiang lihat kemiringannya semakin keras karena sejak beberapa hari terakhir terus turun hujan. Takutnya siang itu roboh dan menyebabkan korban jiwa, mengingat jalur di sekitar tergolong padat,” ucapnya.

Potensi tumbang yang sempat dikhawatirkan Sudianta, beruntungnya tidak terjadi.

Baca: Banyuwangi Ekspor Perdana Beras Organik ke Italia

Baca: PBB Rilis Daftar Negara Paling Bahagia di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Pohon beringin yang dikeramatkan oleh warga sekitar itu, tumbang pada dini hari sekitar pukul 01.30 Wita.

Walau demikian, tumbangnya pohon setinggi 10 meter ini menutup akses jalan yang notabene jalur Desa Bangbang – Dusun Pulasari, Desa Peninjoan, Tembuku hingga tembus ke wilayah Desa Suter, Kintamani.

“Semalam sempat hujan, namun intensitasnya tergolong ringan. Pun demikian, hujan juga tidak disertai angin. Tumbangnya pohon beringin ini lebih dikarenakan akar pohon yang telah lapuk. Astungkara tidak ada korban jiwa. Terhadap akses jalan yang tertutup batang pohon, tentu menyebabkan jalur di sekitar lumpuh. Karena jalanan hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua. Sedangkan roda empat harus memutar cukup jauh,” katanya.

Imbuh Sudianta, robohnya pohon tersebut juga merusak tembok penyengker sepanjang tiga meter di kediaman I Wayan Janji, serta memutuskan kabel listrik yang berada di sekitarnya.

Baca: Airport Security Committee Bandara Ngurah Rai Koordinasi Peningkatan Keamanan Jelang Pemilu 2019

Baca: TRIBUN WIKI - Tak Melulu Pantai & Air Terjun, Ini 4 Destinasi Wajib Dikunjungi di Bali Utara

Namun mengenai putusnya kabel listrik, Sudianta mengatakan sudah mendapatkan penanganan dari pihak PLN.

Sedangkan penanganan pohon tumbang, sambungnya, pada pukul 09.00 Wita, BPBD Bangli bersama dengan Dinas PU Kabupaten sudah melakukan penanganan.

Hanya saja, akibat besarnya batang pohon beringin yang tumbang, proses evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Mengingat beringin tersebut dikeramatkan, proses evakuasi diawali dengan matur piuning. Proses evakuasi selain dengan cara manual, juga dengan bantuan loader untuk mengangkat potongan pohon yang besar. Sekitar pukul 16.00 Wita, evakuasi material pohon sudah selesai dan jalur bisa dilintasi dengan normal,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved