62 Siswa Ikut Nyurat Lontar dan Baligrafi

Sebanyak 62 siswa-siswi baik SMP maupun SMA/SMK mengikuti lomba pelestarian aksara Bali ‘Nyurat Lontar dan Baligrafi (Kaligrafi aksara Bali)’

62 Siswa Ikut Nyurat Lontar dan Baligrafi
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
LOMBA - Suasana lomba Nyurat Lontar dan Baligrafi di Gedung Kesenian Ir. Soekarno di Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (21/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 62 siswa-siswi baik SMP maupun SMA/SMK mengikuti lomba pelestarian aksara Bali ‘Nyurat Lontar dan Baligrafi (Kaligrafi aksara Bali)’.

Perlombaan ini untuk pertama kalinya digelar oleh Dinas Perpustakaan Pemkab Jembrana di Gedung Kesenian DR Ir. Soekarno, Kamis (21/3/2019).

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana, Ida Ayu Made Darma Yanti menyatakan kegiatan lomba tersebut untuk melestarikan dan membiasakan masyarakat Bali dengan aksara Bali, sehingga aksara Bali bisa lebih dikenal oleh masyarakat terutama generasi milenial.

Baca: Pesan Coach Teco untuk Ahmad Agung: Kerja Keras Setiap Pertandingan!

Baca: Putus Dari Billy Syahputra, Hilda Vitria Akhirnya Angkat Bicara Soal Pelet Tempe

"Kami berupaya aksara Bali lestari dan generasi milenial tidak meninggalkan aksara Bali," ucapnya, kemarin.

Ia menjelaskan Lomba Nyurat Lontar dan Baligrafi tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 79 dan 80 tahun 2018 tentang penggunaan busana adat Bali dan perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali serta penyelenggaraan bulan Bahasa Bali.

"Ini juga meneruskan atau menindaklanjuti Pergub Bali untuk perlindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali," jelasnya.

Baca: Usung Sarad Ageng Melancaran ke Pura Gunung Sekar, Desa Pakraman Dangin Yeh Gelar Ngusaba Bukakak

Baca: Soal Banjir di Wilayah Kota Bangli, Begini Komentar DLH Bangli

Lomba Nyurat Lontar diikuti oleh 38 siswa SMP.

Sedangkan Baligrafi diikuti 24 siswa dari SMA dan SMK se-Jembrana.

Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana juga bekerja sama dengan 37 tenaga penyuluh aksara Bali di Jembrana.

Baca: Jumlah Pedagang Pasar Satria Overload, Warga Usulkan Revitalisasi Sejak 2018

Baca: Bali United Kini Miliki 8 Penyerang Sayap, Fahmi Al Ayyubi Diminta Bermain Seperti Sosok Ini

"Ada 37 penyuluh yang kami libatkan sebagai pemeriksa dan penilai," paparnya.

Sejatinya, kegiatan Nyurat Lontar dan Baligrafi biasanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, namun kini sudah jarang digelar.

"Untuk pemenang akan mendapatkan piagam dan tropy juga uang pembinaan," jelasnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved