Pemkab Klungkung Tertibkan Pencari Batu Sikat, Data Awal yang Diberikan Tidak Sesuai Fakta

Sebulan sudah Pemkab Klungkung menertibkan para pencari batu sikat di sepanjang pesisir di Klungkung.

Pemkab Klungkung Tertibkan Pencari Batu Sikat, Data Awal yang Diberikan Tidak Sesuai Fakta
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pencari baru sikat di pesisir Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung, belum lama ini. Pasca penertiban, Pemkab Klungkung mendata para pencari batu sikat, untuk selanjutnya diperdayakan sebagai pegawai kontrak dan peternak 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebulan sudah Pemkab Klungkung menertibkan para pencari batu sikat di sepanjang pesisir di Klungkung.

Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung pun, masih melakukan pendataan jumlah pencari batu sikat, yang akan diberdayakan menjadi tenaga kontrak.

Dari data awal yang disetor ke pemkab, tercatat 160 warga yang aktif mencari batu sikat.

Setelah diverifikasi ulang, ternyata hanya ada 84 orang mencari batu sikat di sepanjang pesisir Negari sampai Jumpai

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung AA Kirana menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pendataan para pencari batu sikat ini selama sebulan.

Baca: Jaga Netralitas, TNI Pertimbangkan Blokir Video Mobil Dinas Angkut Logistik Kampanye Prabowo-Sandi

Baca: Eka Dharma Kaget Mobilnya Tertimpa Pohon Perindang saat Melintas di By Pass Ida Bagus Mantra

Pihaknya turun langsung ke desa-desa, termasuk mendatangi warga tersebut agar mendapatkan data yang valid. Ternyata data awal yang dilaporkan oleh pihak desa tidak sesuai fakta, dengan data real di lapangan.

"Ternyata sementara, dari 160 orang data yang disodorkan setiap desa, ternyata jumlah pencari batu sikat sekitar 84 orang," jelas Kirana.

Menurutnya ada beberapa data awal yang tidak sesuai kenyataan. Setelah dipastikan ke desa-desa, ada nama-nama yang dicantumkan sebelumnya sudah beralih profesi, ada pula yang sudah pindah.

"Bahkan ada 1 KK, semua didaftarkan. Padahal yang mencari batu sikat cuma 2 orang," ungkap Kirana

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan lanjutkan pendataan hingga sekitar 2 minggu ke depan.

Baca: Kapolres Badung Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019

Baca: Sangat Lengkap! Peralatan Pengamatan Gunung Agung Tercanggih Kedua di Indonesia

Pendataan dilakukan di beberapa desa dari Pesisir Negari, Satra, Klotok (Desa Tojan dan Desa Gelgel), Desa Sidayu dan Jumpai.

"Setelah itu saya tentu minta petunjuk ke bupati, apa solusi yang akan diambil untuk para pencari batu sikat ini," ungkapnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Klungkung beberapa waktu lalu menertibkan seluruh pencari batu sikat di Klungkung.

Hal ini dilakukan karena aktivitas mereka dianggap merusak lingkungan, dan berkontribusi terhadap terjadinya abrasi di Klungkung.

Sebagai solusi, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta akan menjadikan para pencari batu sikat tersebut sebagai tenaga kontrak di Pemkab Klungkung, serta memberdayakan mereka untuk membuat kelompok ternak dan dibantu pemerintah. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved