Pemilu 2019

Polres Bangli Siap Amankan Pemilu, Ajak Masyarakat Tangkal Hoax

Ratusan elemen masyarakat ikuti apel bersama personel gabungan TNI dan Polri, Jumat (22/32019).

Polres Bangli Siap Amankan Pemilu, Ajak Masyarakat Tangkal Hoax
Polres Bangli
Suasana apel gelar pasukan pengamanan pemilu. Jumat (22/3/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ratusan elemen masyarakat ikuti apel bersama personel gabungan TNI dan Polri, Jumat (22/32019).

Berdasarkan data, apel yang bertempat di lapangan Kapten Muditha, Bangli seluruhnya diikuti oleh 890 orang.

Kapolres Bangli, AKBP Agus Tri Waluyo pada kesempatan itu mengungkapkan, tujuan apel gelar pasukan lebih yakni untuk kesiapan dalam rangka pengamanan pemilu tahun 2019 pada 17 April mendatang.

Sesuai amanat Menkopolhukam yang dibacakan olehnya, pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak, yakni 5 jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan.

Baca: Jaga Netralitas, TNI Pertimbangkan Blokir Video Mobil Dinas Angkut Logistik Kampanye Prabowo-Sandi

Baca: Begal Payudara Bikin Resah, Guru L Jadi Korbannya, Saat Itu Hujan, Saya Dipepet Langsung Diremas

Melihat konteks pelaksanaan pemilu tersebut, pihaknya menekankan sedapat mungkin masyarakat dapat berpikir bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain, maupun ajang konflik antar suku.

Terlebih pada tahapan pemilu serentak tahun 2019 ini, muncul berbagai kerawanan seperti penyebaran berita hoax dan meningkatnya politik identitas terutama melalui media sosial.

"Ini semua memiliki tujuan politis, yaitu sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik, sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ucapnya.

Atas hal tersebut, sukses dan tidaknya perhelatan demokrasi ini, sangat tergantung kepada seluruh pihak yang terlibat secara langsung, maupun tidak langsung.

Baca: Eka Dharma Kaget Mobilnya Tertimpa Pohon Perindang saat Melintas di By Pass Ida Bagus Mantra

Baca: Pedagang Pasar Amlapura Barat Akan Direlokasi, Perbaikan Pasar Telan Biaya Rp 16,8 Miliar

"Seluruh stakeholder, komponen-komponen masyarakat, ataupun tokoh politik wajib hukumnya menunjukkan kinerja secara objektif dan transparan demi suksesnya keberlangsungan pemilu. Sehingga pesta demokrasi yang dilaksanakan secara langsung ini, berjalan secara umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, bilamana ada kerawanan dan hambatan tersebut, TNI-Polri siap mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

Sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu serentak tahun 2019.

Baca: Valentino Rossi Ungkap Kekuatan Tahun 2015 untuk Bisa Bersaing dan Juara

Disebutkan pula, jumlah peserta dalam apel gelar pasukan pengamanan pemilu diikuti oleh 890 peserta mulai dari Polri, TNI, Linmas, Pecalang, OPD di lingkungan pemkab Bangli, Senkom, KPU, Bawaslu, Kesehatan, Banser, hingga pramuka.

Sedangkan jumlah pengamanan saat pelaksaan pemilu 17 April mendatang, lanjut AKBP Agus, total berjumlah 2351 orang.

"Seluruhnya terdiri dari Polri berjumlah 634 personel, TNI berjumlah 31 personel, dan Linmas berjumlah 1686 personel. Jumlah tersebut seluruhnya dibagi di empat kecamatan," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved