Soal Banjir di Wilayah Kota Bangli, Begini Komentar DLH Bangli

Musibah banjir yang melanda area perkotaan Bangli pada Senin (18/3) lalu, disebut-sebut karena volume drainase yang tergolong sempit

Soal Banjir di Wilayah Kota Bangli, Begini Komentar DLH Bangli
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kondisi banjir di depan kantor bupati bangli. Senin (18/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Musibah banjir yang melanda area perkotaan Bangli pada Senin (18/3) lalu, disebut-sebut karena volume drainase yang tergolong sempit sehingga tidak mampu menampung air hujan.

Namun di lain sisi, penyebab banjir juga diduga karena sampah yang menyumbat di dalam drainase.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, Ida Ayu Gede Yudi Sutha saat ditemui Kamis (21/3), menampik bahwa penyebab banjir lantaran sampah.

Pasalnya ketika banjir Senin lalu, dia beserta sejumlah tenaga kebersihan telah melakukan pengecekan ke lokasi banjir, namun hanya ditemukan sedikit sampah.

“Saat banjir saya sudah turun langsung ke lapangan utamanya di sebelah Bank BNI, hanya sedikit sampah yang ditemukan. Jangankan truk, volume sampah saat itu tidak lebih dari satu L300. Ini berbeda dengan kejadian sebelum-sebelumnya yang mana volume sampah relative lebih besar. Pun demikian saat di Rumah Jabatan Bupati, tidak ada sampah di sana, melainkan air karena jebolnya tembok di sebelah utara, rumah jabatan kepala dinas,” ucapnya.

Menyambung pernyataannya tersebut, Dayu Yudi mengaku tidak mengerti di mana titik sampah yang menyumbat drainase.

Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah kondisi drainase, di mana terdapat perbedaan volume antara drainase di bagian utara jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai, dengan volume drainase di bagian selatannya yakni depan SPBU Kota Bangli hingga patung adipura.

“Semestinya dinas PU dikonfirmasi. Karena yang namanya drainase kewenangannya berada di sana. Mestinya PU juga mengecek kembali di mana sumber tersumbatnya,” ucap Dayu Yudi.       

Seorang warga di kawasan Kecamatan Kawan, Bangli yang enggan disebutkan namanya menilai, kecil kemungkinan pemicunya disebabkan oleh sampah.

Pasalnya hujan deras di wilayah Bangli sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved