Sangat Lengkap! Peralatan Pengamatan Gunung Agung Tercanggih Kedua di Indonesia

Pos Pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, termasuk pos tercanggih di Indonesia

Sangat Lengkap! Peralatan Pengamatan Gunung Agung Tercanggih Kedua di Indonesia
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kondisi Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa/Kecamatan Rendang. Menteri ESDM Republik Indonesia, Ignasius Jonan memantau bangunan Pos Pengamatan Gunung Agung. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pos Pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, termasuk pos tercanggih di Indonesia.

Pos Gunung Agung berada di urutan kedua, setelah Pos Pengamatan Gunung Merapi di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Berapi Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, Pos Pengamatan Gunung Agung dinyatakan canggih lantaran peralatan yang dipasang cukup banyak, seperti seismometer, GPS, dan deformasi.

Peralatan pemantauan Gunung Agung sangat lengkap.

Baca: Senderan Sungai Sepanjang 15 Meter Jebol Akibat Hujan Disertai Petir Dini Hari Tadi

Baca: Masyarakat Khawatir Kehilangan Tempat Melasti, Abrasi Pantai Tegal Besar Kian Parah

Dari metode seismik, Pos Pengamatan ini memiliki 40 stasiun seismik, alat mengukur deformasi 9 unit, dan 3 unit tiltmeter, ditambah lagi alat pengukuran gas untuk mengetahui jumlah gas.

"Dulu alat seismik cuma 15 stasiun, sekarang sudah 40 stasiun. Ini hasil kerja sama dengaan Institut Teknologi Bandung (ITB). Bahkan kita pernah lakukan pemantauan yang pertama di dunia, pengukuran gas lewat drone," imbuh Devy, Jumat (22/3/2019).

Alat pengamatan dari berbagai metode pun dipasang di beberapa titik, di antaranya Kecamatan Bebandem, Abang, Rendang, Kubu, dan Kecamatan Selat.

Baca: Kurang Lebih 2500 Peserta Ikuti BCA Super League Triathlon di Bali

Baca: 2500 Peserta Akan Ikuti BCA Super League Triathlon, Gabungkan Lomba dan Hiburan yang Menyenangkan

Pemasangan seismik juga dilakukan hingga ke Bangli untuk fungsi pengamatan.

"Melalui alat tersebut, petugas bisa mengetahui permodelan di bawah, permukaan dan bentuk gunung. Cakupan pemasangan alat pengamatan cukup luas,"aku Devy setelah acara sosialisasi capaian kinerja ESDM dan mitigasi kebencanaan geologi.

Melalui alat pengamatan yang canggih, petugas berjanji memberikan informasi akurat terhadap warga, sehingga masyarakat tidak panik saat terjadi aktivitas Gunung Agung.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved