Pedagang Pasar Amlapura Barat Akan Direlokasi, Disperindag Karangasem Siapkan Dua Tempat

Terkait akan adanya renovasi, para pedagang Pasar Amlapura Barat, Karangasem akan direlokasi sementara

Pedagang Pasar Amlapura Barat Akan Direlokasi, Disperindag Karangasem Siapkan Dua Tempat
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kondisi Pasar Amlapura Barat, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem, Jumat (22/3/2019). Bebarapa atap pasar terlihat bocor dan kayunya sudah keropos. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pedagang Pasar Amlapura Barat, Karangasem rencananya akan direlokasi bulan depan. Ini lantaran proses perbaikan pasar akan dilakukan pertengahan bulan Mei 2019.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, Gusti Ngurah Suarta menjelaskan, Disprindag telah menyediakan dua tempat untuk pedagang yang direlokasi.

Pertama lahan di belakang Pasar Amlapura Barat, kedua di Pasar Subagan.

"Kami akan beri pilihan ke pedagang. Mana yang dipilih, belakang Pasar Amlapura Barat atau Pasar Subagan. Ini sifatnya sementara. Setelah perbaikan tuntas, pedagang dipersilakan kembali lagi," jelas Suarta, Jumat (22/3/2019).

Petugas Disperindag akan menggelar sosialisasi sebelum relokasi. Ini agar pedagang bisa mempersiapkan diri lebih awal.

"Pedagang di sini lebih teratur. Terpenting pasarnya diperbaiki," kata dia.

Pedagang Pasar Amlapura Barat diperkirakan mencapai 250 orang. Namun hanya sekitar 150 pedagang yang masih aktif berjualan.

Sisanya istirahat lantaran kondisi pasar rusak.

Proyek saat ini sudah memasuki proses tender. Tahun depan,  kemungkinan Pasar Amlapura Barat sudah ditempati pedagang seperti semula.

Sesuai Detail Engineering Design (DED), Pasar Amlapura Barat dibangun dua lantai.

Ini agar pedagang yang berada di Pasar Amlapura Barat dan Terminal Amlapura tertampung. Perbaikan memakai dana Induk APBD 2019 sebesar Rp 16,8 milliar.

Pedagang menyambut antusias rencana perbaikan. Mereka menyatakan siap direlokasi.

"Kapan pun siap," kata seorang pedagang di Pasar Amlapura Barat, Luh Ayu.

Ia berharap, perbaikan segera dilakukan sebab kondisi pasar sudah tak layak. Atapnya berlubang dan area pasar sering digenangi air saat hujan. Ini yang membuat pembeli enggan masuk. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved