Penggunaan Uang Elektronik Meningkat Tajam di Indonesia, Apa Saja Jenisnya?

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, semakin banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan Uang Elektronik Meningkat Tajam di Indonesia, Apa Saja Jenisnya?
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi Uang elektronik

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Seiring perkembangan zaman dan teknologi, semakin banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya ialah tentang penggunaan uang elektronik sehingga masyarakat tidak perlu mengantongi uang kertas.

Dompet sudah berubah jadi digital. Pemberlakuan dan penerapan UE ini, sudah sah setelah Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peraturan yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonsia Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

Data terbaru, BI memastikan kelancaran sistem pembayaran tetap terpelihara baik dari sisi tunai maupun nontunai pada Februari 2019.

Baca: 1.664 Siswa Lolos SNMPTN di Unud, Wajib Registrasi Ulang Jika Tak Ingin Gugur

Baca: Kemenhub Patok Tarif Ojek Online Minimal Sekitar Rp10.000 untuk 5 Km Pertama

Khusus untuk pembayaran non-tunai, BI mengungkapan ada peningkatan tajam.

Bahkan penggunaan uang elektronik mengalami pertumbuhan mencapai 66,6 persen.

Supaya Anda tak salah dan bingung, uang elektronik dibagi menjadi dua jenis.

Pertama uang elektronik berbasis chip. Uang elektronik jenis ini umumnya berbentuk kartu seperti e-money, flazz, dan brizzi.

Jenis kedua, yakni uang elektronik berbasis server. Uang elektronik jenis ini biasanya berbentuk aplikasi seperti GoPay, OVO serta LinkAja.

Sejak berkembang dan berlaku beberapa waktu lalu, kini sudah ada 37 uang elektronik dari dua jenis ini beredar di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved