Prof. Sudarma Minta Hindari Tiga Hal Ini yang Berpotensi Jadi Racun pada Tubuh, Begini Sebabnya 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, MS menyebutkan ada tiga hal yang perlu dihindari manusia

Prof. Sudarma Minta Hindari Tiga Hal Ini yang Berpotensi Jadi Racun pada Tubuh, Begini Sebabnya 
Tribun Bali/Wemasatya
Suasana Seminar budaya yang dirangkaikan dengan acara Dharma Santhi Penyepian Tahun Saka 1941 diselenggarakan oleh Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana Denpasar, Sabtu (23/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma, MS menyebutkan ada tiga hal yang perlu dihindari manusia antara lain rokok, minuman beralkohol (Mikol) dan kopi.

 
“Yang perlu dihindari adalah rokok, kopi dan Mikol karena ketiganya memang racun bagi tubuh, sehingga Tuhan tidak mendapat tempat di badan ini,” kata Prof Sudarma saat ditemui usai membuka Seminar budaya yang dirangkaikan dengan acara Dharma Santhi Penyepian Tahun Saka 1941 di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana Denpasar, Sabtu (23/3/2019).

 
Prof. Sudarma mengatakan alasan mengapa manusia harus menghindari ketiga benda itu karena mengandung zat racun yang berbahaya bagi tubuh, di mana rokok mengandung nikotin, kopi mengandung kafein dan Mikol mengandung etanol.

 
“Jadi Tuhan tidak akan masuk ke dalam tubuh kita karena diracuni badan ini oleh zat-zat itu,” tegasnya.

 
Selanjutnya, hal lain yang disampaikannya adalah terkait hubungan antara Tuhan dan rasa cinta kasih yang ada dalam diri manusia.

Ia menyampaikan sesungguhnya cinta kasih itu adalah Tuhan, dan Tuhan itu cinta kasih. 

 
“Dibolak balik sama saja. Pengertian cinta kasih harus tertanam dalam diri manusia. Cinta kasih bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu mencintai diri atau menangisi diri,” ucapnya.

 
Dengan jalan menangisi diri maksudnya adalah perlu diingat selalu bahwa badan manusia tersiksa setiap hari karena dipakai untuk bekerja mencari sesuap nasi, belajar, tidak pernah diajak istirahat, tidak pernah diajak menikmati alam, dan tidak pernah diajak menyatu dengan Tuhan.

 
“Itulah menangis dia. Menangis dalam artian dasarnya Cinta kasih. Kalau sudah ada tangisan di dalam diri, maka dia sudah ada cinta kasih. Dia bersuara. Bersuara maksudnya mengatakan sesuatu yang tajam, keras dan tidak bisa dibantah. Suara itu adalah suara kebenaran,” terang Prof. Sudarma.

 
Ia berpesan bahwa cinta kasih harus setiap hari dilatih dan dirasakan supaya benar-benar tercapai sepenuhnya karena itulah dasar manusia beragama. 

 
“Kalau ada Cinta kasih dalam diri, agama Apapun semua sama. Semua agama sama saja asal ada Cinta kasih. Pertama, tumbuhkan itu dulu, setelah itu baru berpikir, berbicara dan berbuat yang benar. Pasti semuanya keluar yang benar-benar karena dasarnya adalah cinta kasih dalam diri,” paparnya. (*)

 
Seminar Budaya-Suasana Seminar budaya yang dirangkaikan dengan acara Dharma Santhi Penyepian Tahun Saka 1941 diselenggarakan oleh Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma di Gedung Agrokomplek Universitas Udayana Denpasar, Sabtu (23/3/2019). (*) 

 
 

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved