14 Rumah dan Musala Terdampak Abrasi di Pebuahan, Cuaca Buruk Terjadi Sejak Jumat Lalu

14 rumah di sekitar lokasi parwisata Pebuahan, Negara, Jembrana, terkena dampak abrasi

14 Rumah dan Musala Terdampak Abrasi di Pebuahan, Cuaca Buruk Terjadi Sejak Jumat Lalu
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Rumah warga di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Negara, Jembrana, terkena dampak abrasi, Minggu (24/3/2019) kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - 14 rumah di sekitar lokasi parwisata Pebuahan, Negara, Jembrana, terkena dampak abrasi.

Dampak abrasi tersebut membuat 14 rumah dan musala mengalami kerusakan cukup parah.

Bahkan, rumah-rumah warga itu tidak lagi dapat dihuni.

Informasi yang dihimpun dari beberapa warga di lokasi kejadian, ombak tinggi terjadi sejak Jumat (22/3/2019) lalu hingga Minggu (24/3/2019).

Abrasi, diungkapkan Suwarno, terjadi pada siang hari antara pukul 10 Wita hingga 13.00 Wita.

Baca: TRIBUN WIKI - 12 Kutipan dari Buku Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori

Baca: Bali United Libur 2 Hari, Begini Cara Michael Orah Tetap Jaga Kondisi Fisik

Fase bulanan atau Purnama membuat gelombang meninggi hingga tiga meter, bahkan di jam tertentu mencapai empat meteran.

Warga pun was-was akibat gelombang yang kian meninggi tersebut.

"Dari kemarin Jumat ombak sudah besar," ucap Nelayan Pebuahan ini kepada Tribun Bali, Minggu (24/3/2019).

Suwarno mengaku, ketika melaut pun ia ketakutan dengan ombak yang berada di pinggiran.

Ketika ia mencari ikan di Selat Bali, ia harus menunggu gelombang surut saat pulang melaut lantaran takut ikannya rusak karena dihantam gelombang.

Baca: Prabowo: Dalam Darah Saya Mengalir Darah Minahasa

Baca: Tiba di Lapangan Karebosi, Begini Pernyataan Prabowo

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved