Produser Film Porno asal Korsel Simpan Kamera Tersembunyi,1600 Tamu Hotel Jadi Korbannya

Kamera tersebut disembunyikan di balik beberapa benda yang sulit dicurigai seperti pengering rambut, pendeteksi asap, televisi, dan stop kontak.

Produser Film Porno asal Korsel Simpan Kamera Tersembunyi,1600 Tamu Hotel Jadi Korbannya
Video menunjukkan tamu hotel berganti pakaian direkam dari kamera tersembunyi. Empat pria di Korea Selatan ditangkap, setelah diduga merekam 1.600 tamu hotel secara diam-diam melalui kamera pengintai. Kamera tersebut disembunyikan di balik beberapa benda yang sulit dicurigai seperti pengering rambut, pendeteksi asap, televisi, dan stop kontak. 

Produser Film Porno asal Korsel Simpan Kamera Tersembunyi,1600 Tamu Hotel Jadi Korbannya . Kamera tersebut disembunyikan di balik beberapa benda yang sulit dicurigai seperti pengering rambut, pendeteksi asap, televisi, dan stop kontak.

TRIBUN-BALI.COM - Empat pria di Korea Selatan ditangkap, setelah diduga merekam 1.600 tamu hotel secara diam-diam melalui kamera pengintai.

Kamera tersebut disembunyikan di balik beberapa benda yang sulit dicurigai seperti pengering rambut, pendeteksi asap, televisi, dan stop kontak.

Mereka diduga sengaja memasang kamera tersebut untuk membuat film porno dan diperkirakan meraup 6.200 dollar AS (Rp 88,7 juta) dari bisnisnya tersebut.

Keempat terduga pelaku terancam kurungan 10 tahun penjara dan denda 30 juta won (Rp 373,5 juta) jika terbukti bersalah.

Baca: Ditanya Soal Valentino Rossi, Jorge Lorenzo: Aku Tak Takut, Tak Seorang pun yang Tak Bisa Dikalahkan

Baca: Timnas U-23 Indonesia Disebut Tak Punya Kekuatan yang Jelas, Faktanya Dibantai Thailand

Baca: Begini Reaksi Nur Asia Saat Tahu Sandiaga Uno Dilamar Mahasiswi Cantik yang Ingin Jadi Istri Kedua

Menurut pihak kepolisian, para terduga memasang kamera dengan lensa 1mm pada Agustus tahun lalu di 30 hotel berbeda di Korea Selatan.

Pada bulan November, mereka membuat situs porno yang menyediakan video hasil rekaman tersebut.

Pengunjung situs yang ingin menonton video secara keseluruhan harus membayar sejumlah uang atau menonton iklan selama 30 detik untuk menontonnya secara cuma-cuma.

Diwartakan BBC yang dirangkum KompasTekno, Minggu (24/3/2019), para pelaku telah mengunggah 803 video.

Mereka segaja menggunakan server luar negeri untuk menghindari hukum yang berlaku.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved