Avsec Bandara Ngurah Rai Amankan Penumpang WNA Meksiko Bawa Peluru Aktif Dalam Koper

Avsec Bandara Ngurah Rai Amankan Penumpang WNA Meksiko Bawa Peluru Aktif Dalam Koper

Avsec Bandara Ngurah Rai Amankan Penumpang WNA Meksiko Bawa Peluru Aktif Dalam Koper
DOK Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali
Personel Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengamankan seorang penumpang yang berupaya membawa serta barang-barang prohibited items ke dalam pesawat. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Personel Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali mengamankan seorang penumpang yang berupaya membawa serta barang-barang prohibited items ke dalam pesawat. 

Senin (25/3/2019), seorang penumpang rute internasional yang kemudian diketahui berinisial JFIV, terpaksa harus berurusan dengan Avsec Bandara setelah kedapatan membawa serta barang prohibited items berupa 10 butir peluru aktif yang disimpan dalam sebuah koper.

“Benar. Dapat saya konfirmasi bahwa pagi tadi, personel Aviation Security Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali menahan seorang penumpang rute internasional yang kedapatan membawa sepuluh butir peluru aktif di dalam koper yang dibawanya,” ujar General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono.

Kronologi kejadian bermula ketika penumpang yang diketahui menumpang maskapai penerbangan JetStar Asia dengan nomor penerbangan 3K-244 tersebut hendak terbang meninggalkan Bali dengan tujuan Singapura.

Sesuai dengan prosedur standar keamanan penerbangan, penumpang tersebut memasukkan koper yang dibawanya ke dalam mesin X-ray nomor 2 yang terletak di pre-screening wing barat Terminal Keberangkatan Internasional.

Pada saat melewati mesin X-ray, personel Aviation Security menemukan kejanggalan di dalam koper berwarna merah hati tersebut, dan kemudian melakukan pemeriksaan manual mendetail terhadap koper bawaan penumpang berpaspor Meksiko tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan prohibited item berupa peluru aktif sejumlah 10 butir yang disimpan dalam sebuah kantong plastik bening.

Selanjutnya, penumpang dibawa ke posko keamanan di lantai 3 Terminal Internasional untuk dimintai keterangan.

Penumpang tersebut menyatakan bahwa koper tersebut merupakan milik dari ayahnya, serta yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui bahwa terdapat peluru di dalam koper yang dia bawa.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penumpang yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen maupun surat izin untuk membawa peluru aktif tersebut,” lanjut Haruman.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved