Kondisi Orang Utan Yang Hendak Diselundupkan WN Rusia Membaik

Tes DNA akan dilakukan di Lipi Jakarta karena di Bali tidak memiliki alatnya sehingga sample darah akan dikirimkan kesana

Kondisi Orang Utan Yang Hendak Diselundupkan WN Rusia Membaik
Petugas Karantina Denpasar
Orang utan yang telah dibius dan diletakkan di dalam keranjang ditemukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (23/3/2019) 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kini kondisi anak orangutan yang dibius menggunakan obat jenis CTM dan ditaruh di keranjang dan dimasukkan ke dalam koper oleh WNA Rusia berangsur pulih dan membaik setelah tiga hari mendapatkan perawatan dari Tim Medis Bali Safari & Marine Park.

“Saat ini dalam kondisi baik dan sehat (anak orangutan). Walaupun mungkin agak sedikit stres karena banyak orang disini dan belum terbiasa dengan banyak orang disekitarnya. Tetapi dalam keadaan baik,” ungkap Kepala Balai KSDA Bali, Budhi Kurniawan, Senin (25/3/2019).

Ia menyampaikan pihaknya bakal segera melakukan tes DNA untuk mengetahui asal orangutan tersebut.

Dan setelah dinyatakan pulih anak orangutan itu bakal segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya. 

"Penanganan satwa ini kami pastikan asal-usul melalui tes DNA, sebab di Indonesia ada dua spesies yaitu di Pulau Sumatera dan Kalimantan kami akan pastikan itu dulu. Kemudian atas petunjuk penyidik, kemudian kami siapkan untuk alternatif pemulangan baik dari luar negeri maupun eksotis kami kembalikan ke habitat aslinya," tuturnya.

Dimana untuk tes DNA akan dilakukan di Lipi Jakarta karena di Bali tidak memiliki alatnya sehingga sample darah akan dikirimkan kesana.

Proses tes DNA tersebut akan memakan waktu kurang lebih satu hingga dua bulan untuk mendapatkan hasil identifikasi asal dari anak orangutan tersebut.

Ia menambahkan proses pemulihan anak orangutan tersebut kurang lebih memakan waktu kurang lebih selama satu hingga tiga bulan. Dan selama proses pemulihan dititipkan sementara di Bali Safari & Marine Park.

"Untuk sementara orang utan ini kami titipkan di Bali Taman Safari karena disana berhasil breeding jadi ada anak orang utan seumuran jadi minimal ada temannya," imbuh Budhi.

Sementara itu salah seorang tim medis Bali Safari, drh. Novita mengatakan saat ini kondisi anak orangutan tersebut sudah membaik.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved