Vaksinasi Rabies Massal di Bangli Masih Dibawah 15 Persen, 32 Desa Masuk Zona Merah

Vaksinasi massal yang semula diperkirakan baru berjalan akhir Maret lantaran terkendala soal vaksin, akhirnya dilaksanakan

Vaksinasi Rabies Massal di Bangli Masih Dibawah 15 Persen, 32 Desa Masuk Zona Merah
Istimewa/Dinas PKP Bangli
Petugas Dinas PKP Bangli saat melakukan vaksinasi massal di wilayah Desa Tembuku, Bangli, Jumat (22/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Vaksinasi massal yang semula diperkirakan baru berjalan akhir Maret lantaran terkendala soal vaksin, akhirnya dilaksanakan pada Minggu (19/3/2019).

Namun, hingga lima hari berjalan, proses vaksinasi masih di bawah 15 persen.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) I Wayan Sukartana, Minggu (24/3/2019) mengungkapkan vaksinasi massal difokuskan pada desa-desa yang masuk di zona merah rabies.

Dari 72 desa di wilayah Bangli, 32 desa diantaranya masuk zona merah rabies. Namun demikian, hingga lima hari berjalan vaksinasi massal dari Dinas PKP Bangli baru menyasar delapan desa.

“Masing-masing kecamatan memiliki zona merahnya tersendiri. Seperti di Kecamatan Bangli dan Susut masing-masing ada lima desa, Kecamatan Tembuku ada tiga desa, dan yang paling banyak yakni Kecamatan Kintamani dengan 19 desa,” ungkapnya.

Delapan desa yang telah dilakukan vaksinasi massal, sebut Sukartana, diantaranya Desa Sulahan dan Desa Tiga di wilayah Kecamatan Susut, Desa Pengotan di wilayah Kecamatan Bangli, Desa Satra, dan Desa Selulung di Kecamatan Kintamani, serta Desa Jehem, Desa Tembuku dan Desa Peninjoan di Kecamatan Tembuku.

Sukartana mengatakan, minimnya persentase vaksinasi lantaran dalam satu desa tidak selalu proses vaksinasi selesai dalam satu hari.

Terlebih, lanjut dia, dalam pelaksanaan vaksinasi massal juga ditemukan beberapa kendala.

Seperti banyaknya anjing liar, maupun anjing yang sengaja diliarkan oleh pemiliknya. Selain itu, kendala musim hujan juga dinilainya menyebabkan kinerja petugas lapangan kurang maksimal.

Kegiatan vaksinasi massal rencananya digelar hingga tanggal 10 April mendatang. Hingga kini, dari total 52 ribu ekor anjing, 6085 ekor diantaranya telah tervaksin dari delapan desa tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved