Banjar Tanah Ampo Kembangkan Wisata Alam, Bukit Surga Ngehits Setelah Viral di Medsos

Objek wisata alam di Banjar Tanah Ampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem mulai berkembang, di antaranya wisata Bukit Surga

Banjar Tanah Ampo Kembangkan Wisata Alam, Bukit Surga Ngehits Setelah Viral di Medsos
Tribun Bali/Saiful Rohim
Objek wisata alam Bukit Surga di Banjar Tanah Ampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebande, Karangasem yang mulai berkembang. 

"Tamu dari Jawa biasanya lebih senang berkunjung ke agrowisata salak," tambah Latra.

Saat ini, jumlah kunjungan ke Bukit Surga diperkirakan mencapai 1.500 orang per bulan. Rinciannya 1.000 orang pengunjung biasa, sisanya pengunjung yang menginap di tenda.

Wisatawan mancanegara dari Rusia, juga banyak menginap di Bukit Surga.

"Paling banyak kunjungannya yakni Sabtu dan Minggu. Kalau hari libur, kunjungan bisa mencapai 100-200 orang. Makanya kami akan kembangkan terus wisata alam Bukit Surga," kata Latra. 

Terkendala Air

Wisatawan asing di Bukit Surga di Banjar Tanah Ampo, Desa Jungutan, Karangasem.
Wisatawan asing di Bukit Surga di Banjar Tanah Ampo, Desa Jungutan, Karangasem. (Tribun Bali/Saiful Rohim)


Berkembangnya wisata alam di Banjar Tanah Ampo membuat perekonomian warga kian berkembang. Semakin tinggi jumlah kunjungan, maka semakin banyak pemasukan.

Latra menilai, keberadaan Bukit Surga sangat berdampak bagi warga sekitar. Warga bisa direkrut menjadi tenaga kerja. Saat ini warga yang bekerja 12 orang sebagai penjaga warung, wisata, dan pemungut retribusi.

Pengunjung biasanya membeli hasil pertanian salak. Sedangkan pengelola membeli kelapa muda di warga.

"Pengelola juga sering membeli kayu bakar untuk buat api unggun di malam hari. Belinya juga di warga. Harga kayu bakar perikat sekitar Rp 7.500," ujar Latra.

Ia berharap kunjungan wisatawan ke Bukit Surga terus alami peningkatan setiap harinya. Kendala yang dihadapi pengelola yakni masalah air dan infrastruktur.

Sampai saat ini, pengelola harus membeli air untuk melayani kebutuhan wisatawan yang menginap.

"Satu truk kami beli air Rp 150 ribu berisi tiga bak. Air yang dibelinya cukup untuk tiga malam, itupun jika wisatawan yang menginap mencapai 50 orang," jelasnya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved