BI Perkirakan Ekonomi Bali Tumbuh Kuat Meski Melambat, Bisa Didongkak dengan Ekonomi Digital

Bank Indonesia (BI) menggelar pemaparan diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional provinsi Bali.

BI Perkirakan Ekonomi Bali Tumbuh Kuat Meski Melambat, Bisa Didongkak dengan Ekonomi Digital
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Deputi Direktur BI KPw Bali, Sapto Widyatmiko dalam pemaparan diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional provinsi Bali, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Selasa (26/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bank Indonesia (BI) menggelar pemaparan diseminasi kajian ekonomi dan keuangan regional provinsi Bali.

Diseminasi tersebut mengusung tema "Strategi dan Kebijakan dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Digital di Wilayah Bali" digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Selasa (26/3/2019).

Deputi Direktur BI KPw Bali, Sapto Widyatmiko menuturkan diseminasi membahas tentang hasil kajian kinerja ekonomi Bali pada triwulan I 2019.

"Ini adalah kegiatan untuk mendiseminasikan hasil kajian keuangan dan ekonomi regional pada bulan Februari 2019. Ini kita sampaikan karena kita ingin supaya semua stakeholder di Bali itu bisa memanfaatkan hasil kajian kami yang ditunjukan untuk kepentingan provinsi Bali itu sendiri," ucapnya.

Baca: BPR Lestari Tawarkan Tabungan Bunga 7 Persen, Tabungan Jumbo jadi Awal Menuju Bank Transaksional

Baca: Sekelumit Perjalanan Soeharto yang Mungkin Belum Kamu Ketahui, Pernah Jadi Pegawai Bank

Berdasarkan data yang Tribun Bali himpun, ekonomi bali di tahun 2018 mengalami akselerasi kinerja dengan tumbuh sebesar 6,35 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,57 persen (yoy).

Pada triwulan I 2019, ekonomi Bali diperkirakan tetap tumbuh kuat, meskipun cenderung melambat, dengan kisaran 6,10 persen hingga 6,50 persen (yoy).

Baca: Tertarik Belajar Ekonomi Kreatif, Menlu dan 27 Wali Kota Kolombia akan Kunjungi Bali

Beberapa faktor penyebab perlambatan tersebut adalah telah berakhirnya periode pariwisata Bali, prakiraan melambatnya kinerja ekonomi mitra dagang utama dunia, terutama Amerika Serikat dan Australia, serta telah selesainya pengerjaan sebagian besar proyek kontruksi yang terkait dengan IMF-WB AM 2018.

"Triwulan pertama di 2019 diperkirakan tidak setinggi dengan triwulan keempat 2018. Tapi kita mengharapkan nanti ada peningkatan di triwulan berikutnya," terangnya.

Pihaknya juga menuturkan untuk mendongkrak perekonomian Bali tahun 2019 dilakukan dengan mengembangkan ekonomi digital.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved