PDAM Bangli Belum Bisa Pastikan Waktu Pemasangan Sambungan Rumah

Belum adanya tindak lanjut pemasangan jaringan PDAM ke masing-masing rumah, disebut-sebut lantaran belum adanya pejabat definitif di PDAM Bangli

PDAM Bangli Belum Bisa Pastikan Waktu Pemasangan Sambungan Rumah
Ilustrasi pixabay.com
Ilustrasi gangguan pelayanan PDAM 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Belum adanya tindak lanjut pemasangan jaringan PDAM ke masing-masing rumah (sambungan rumah/SR), disebut-sebut lantaran belum adanya pejabat definitif yang duduk di kursi Direktur PDAM Bangli.

Hal ini berbuntut belum adanya penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sebagai tindak lanjut dari proses tender yang masih berjalan.

Sejatinya, lambatnya realisasi pemasangan SR baru tidak hanya dirasakan oleh warga 373 KK di Desa Bangbang, Tembuku saja.

Hal yang sama juga dirasakan oleh 102 KK di Dusun Palaktiying, Desa Landih, Bangli yang turut mendaftarkan diri dalam amprah pemasangan SR ini.

Ketua Pokja PDAM Bangli, I Wayan Suardana saat ditemui Senin (25/3/2019) menjelaskan, persoalan tersebut dikarenakan gagalnya proses lelang kegiatan tahap pertama, yakni pertengahan bulan Februari lalu.

Dijelaskan, gagal proses pelelangan tender cepat disebabkan pihak penyedia tidak bisa masuk ke sistem untuk melakukan penawaran.

Ia menilai, gagalnya penyedia dikarenakan tidak terkoneksi dalam aplikasi System Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) untuk proses tender cepat.

“Kami juga telah menghubungi LPSE Bangli, dijelaskan memang masih ada maintenance di pusat. Pihak penyedia juga banyak yang datang kesini (PDAM) untuk menanyakan langsung pada kami, namun kami minta agar mereka langsung hubungi LPSE karena urusannya dengan system. Karena sudah memasuki batas waktu yakni tanggal 9 Maret, akhirnya penawaran itu kami nyatakan gagal dan kami batalkan, untuk selanjutnya kami ulang pelelangan dengan sistem tender umum,” ungkapnya.

“Beda tender cepat dan tender biasa ini adalah prosesnya. Jika tender cepat semua yang menentukan dari system berdasarkan aplikasi SIKaP, bukan dari pokja. Karena dalam tender cepat, tugas pokja hanya mengupload HPS sesuai dengan penawaran, dan tinggal menunggu pemenang tendernya, dan tinggal tanda tangan kontrak. Sementara proses tender umum, beberapa tahapan masih perlu dilakukan secara manual,” jelasnya.

Dikatakan pula, proses tender masih terus berjalan sejak tanggal 9 Maret hingga kini.

Proses tender diikuti oleh 25 penyedia, dan setelah dilakukan seleksi hanya tinggal 5 penyedia yang lolos penawaran. Saat ini, lanjutnya, proses tender masih dalam tahap evaluasi penawaran sebelum nantinya ditentukan pemenang lelang.

“Proses lelang ini memang tergolong panjang, kemungkinan mencapai 35 hari sebelum akhirnya ditentukan pemenangnya oleh sistem,” kata Suardana.

Walaupun proses lelang saat ini masih berjalan, Suardana menyebutkan kosongnya jabatan Direktur PDAM Bangli per tanggal 13 Maret, juga tidak dipungkiri menyebabkan kendala lain yang sangat berpengaruh pada pelaksanaan tender. Ini disebabkan penunjukan PPK ditentukan oleh Direktur.

“Batas akhir tugas kami di pokja adalah pengumuman pemenang lelang, untuk selanjutnya kami ajukan ke PPK. Kalau ada PPK, per tanggal 28 Maret ini proses tender tentunya bisa berlanjut dengan pembuatan SPPBJ (Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa) dan kontrak,” terangnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved