Penghobi Belanja, Perlukah Anggaran Khusus untuk Salurkan Hobi? Ini Kata Perencana Keuangan

Bagi beberapa orang, berbelanja bisa menjadi salah satu bentuk rekreasi setelah lelah bekerja satu bulan lamanya.

Penghobi Belanja, Perlukah Anggaran Khusus untuk Salurkan Hobi? Ini Kata Perencana Keuangan
Manhattan
Ilustrasi Belanja. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Bagi beberapa orang, berbelanja bisa menjadi salah satu bentuk rekreasi setelah lelah bekerja satu bulan lamanya.

Ada beberapa orang yang memilih berbelanja produk fesyen, ada beberapa yang memilih berbelanja produk kosmetik, atau ada yang memiliki hobi untuk mengoleksi beberapa jenis produk tertentu.

Lalu, pentingkah mengalokasikan budget khusus untuk hobi berbelanja ini?

Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, jika berbelanja menjadi bagian dari rekreasi seseorang, maka menjadi penting untuk mengalokasikan budget khusus.

Pengalokasian inilah yang nantinya menjadi batasan dari jumlah uang yang bisa dibelanjakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Baca: Ubah Tas Belanja Biasa jadi Lebih Cantik, Yuk Ikut Hias Tote Bag di Plaza Renon Hari Ini

Baca: 100 Tas Belanja Ludes oleh Pedagang dan Pembeli di Pasar Badung

"Kalau (belanja) bagian dari rekreasi, perlu untuk dialokasikan karena harus ada batasannya, belanja ini konsumtif, ngga ada batasannya kalau diikuti terus," ujar Eko ketika dihubungi Kompas.com, Senin (25/3/2019).

Ketika seseorang memiliki nominal angka belanja bulanan yang pasti, dia juga sudah harus tahu barang apa yang ingin dia beli.

Sehingga ketika alokasi tersebut masih kurang, dia bisa menyisihkan untuk bulan berikutnya.

Eko mengatakan, tidak ada persentase khusus mengenai berapa jumlah alokasi tersebut jika dibandingkan dengan penghasilan bulanan seseorang.

Yang pasti, dana khusus belanja itu sudah di luar dari kebutuhan pokok yang menjadi prioritas, seperti membayar cicilan, investasi, dan proteksi.

"Sisa dari uang itulah yang baru bisa dipakai untuk konsumsi," ujar dia.

Baca: Tes Kepribadian: 5 Jenis Phobia Ini Ungkap Karakter Orangnya, Kamu Takut Ketinggian?

Baca: Kisah Tyovan Ariwidagdo, Pria Asal Wonosobo yang Sempat Jadi Hacker Dunia karena Hobi Main Game

Eko pun menegaskan untuk jangan menjadikan diskon sebagai alasan untuk berbelanja.

Namun, sebaiknya, ketika seseorang ingin berbelanja suatu barang, dia sudah menentukan barang apa yang ingin dia beli, baru mencari adakah potongan harga untuk barang tersebut.

"Jangan jadikan diskon alasan untuk belanja, tapi jadikan belanja sebagai alasan mencari diskon. Jadi kalau belanja tentukan dulu apa yang mau dibeli, kemudian baru nyari yang diskon yang mana, yang murah yang mana," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perlukah Anggaran Khusus untuk Anda yang Hobi Belanja? Ini Kata Perencana Keuangan

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved