Belum Semua Korban Lapor ke BPBD, Data Kerugian yang Masuk Baru Rp 235 Juta

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangli sejak sepekan terakhir ini berdampak pada kerusakan bangunan hingga menyebabkan kerugian material

Belum Semua Korban Lapor ke BPBD, Data Kerugian yang Masuk Baru Rp 235 Juta
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
DAMPAK BENCANA - Warga menunjukkan tanah longsor yang terjadi di Banjar Selat Peken, Desa Selat, Susut, Minggu (24/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangli sejak sepekan terakhir ini berdampak pada kerusakan bangunan hingga menyebabkan kerugian material.

Berdasarkan pendataan sementara, kerugian mencapai Rp 235 juta.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa mengatakan, angka kerugian material bisa bertambah mengingat belum seluruhnya warga yang terdampak melapor ke BPDB Bangli.

“Kerugian akibat banjir pada tanggal 18 Maret lalu maupun dampak setelahnya belum bisa kami kalkulasi secara menyeluruh. Sementara jumlah yang masuk mencapai Rp 235 juta,” katanya, Selasa (26/3/2019).

Baca: Krama Desa Selat Gelar Sumpah di Pura Dalem, Gerah Laporan Dugaan Korupsi Lahan Kantor Desa

Baca: PD Pasar Bakal Terapkan Tarif Parkir Progresif di Pasar Badung

Rinciannya masing-masing yakni kerusakan tembok panyengker di SMPN 2 Bangli sepanjang 35 meter dengan kerugian Rp 80 juta, kerusakan tembok panyengker di wilayah Desa Bangbang, Tembuku akibat pohon tumbang dengan kerugian Rp 5 juta, serta kerusakan sejumlah bangunan dapur dan rumah di wilayah banjar Selat Peken, Desa Selat, Susut dengan kerugian Rp 150 juta.

Agus menambahkan, secara umum total kerugian materi akibat bencana mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, banjir, banjir bandang, angin kencang, hingga kebakaran dalam tiga bulan ini tercatat sebesar Rp 2,1 miliar lebih.

Nominal tertinggi yakni musibah longsor yang terjadi di wilayah Desa Belandingan, Kintamani berupa jebolnya senderan di Pura Mas Manik Muncar dan menimpa bangunan di sekitarnya.

Baca: 18 Penyu Hijau Hasil Sitaan Dilepasliarkan BKSDA di Pantai Kuta

Baca: Instansi & Stakeholder Komitmen Pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi di Wilayah Bali

“Tercatat kerugian materi akibat musibah itu mencapai Rp 700 juta. Selain kerugian materi, dalam tiga bulan ini juga terdapat satu korban jiwa yakni Ketut Orson yang tertimpa pohon kelapa tumbang pada 18 Maret lalu,” bebernya.

Mengenai cuaca buruk yang terjadi sejak dua pekan terkhir ini, Agus menilai masih berkaitan dengan badai veronica dan trevor yang terjadi di utara benua Australia.

Meski diketahui badai tersebut mengancam perairan dan secara kewilayahan Bangli tidak memiliki laut, hujan lebat disertai angin kencang itulah yang ditengarai merupakan dampak badai veronica.

Baca: Pelatihan Manajemen Ritel Bantu Warung Kecil Melek Teknologi dan Bantu Permodalan

Baca: Opa FC Juara Garuda Dalung Cup, Kalahkan Persemaba 5-3 Lewat Adu Penalti

“Badai itu mengancam perairan bagian selatan Indonesia, tentunya mempengaruhi pula potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah selatan, satu di antaranya Bangli,” ungkapnya.

Kepala Bagian Umum Setda Bangli, Kadek Mahindra Putra mengaku telah melakukan pendataan terkait kerusakan aset tembok panyengker di perumahan kepala dinas, usai diterjang bencana banjir pada 18 Maret 2019 lalu.

Katanya, kerusakan tembok penyengker sepanjang delapan meter itu menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Ia juga mengatakan, jebolnya tembok panyengker penyebabnya karena usia bangunan.

“Usianya bangunan itu memang sudah cukup lama. Diperkirakan sudah lebih dari 30 tahun. Upaya tindak lanjut, kami akan segera menindak lanjuti kerusakan itu dengan menggunakan anggaran pemeliharaan gedung dan kantor,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved