Instansi & Stakeholder Komitmen Pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi di Wilayah Bali

Penandatanganan pernyataan tentang komitmen dan peran serta bersama melakukan upaya pelestarian tumbuhan dan satwa liar di wilayah Provinsi Bali

Instansi & Stakeholder Komitmen Pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi di Wilayah Bali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Polda Bali, Lanal Denpasar, Balawista, pelestari penyu satgas Pantai Kuta dan TCEC Serangan melepasliarkan 18 ekor penyu hijau hasil sitaan Polres Gianyar, Polres Buleleng dan TNI AL di Pantai Kuta, Badung, Rabu (27/3/2019). Selain pelepasliaran penyu sitaan, juga dilakukan pelepasliaran 50 tukik hasil penetasan semi alami yang diikuti puluhan wisatawan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pada acara pelepasliaran 18 penyu hijau di Pantai Kuta, juga dilakukan penandatanganan pernyataan bersama antara penegak hukum dan instansi terkait tentang komitmen dan peran serta bersama melakukan upaya pelestarian tumbuhan dan satwa liar di wilayah Provinsi Bali.

Adapun pihak-pihak yang dilibatkan untuk melakukan penandatanganan ini antara lain Pemprov Bali, Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Lanal Denpasar, Pangkalan PSDKP Benoa, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, serta Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar.

Baca: Meski Sering Ditemui, Tahukah Anda Apa Arti 7 Singkatan Ini?

Baca: Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan di Paradise Loft Villas Bali, Begini Keterangan Saksi Korban

Kepala Balai KSDA Bali, Budhy Kurniawan mengatakan, semua jenis penyu berdasarkan Undang-undang No.5 tahun 1990 jo. PP Nomor 7 tahun 1999 dan berdasarkan Lampiran Permen LHK Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/ 2018 sebagaimana telah diubah dengan Permen LHK Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/ 2018 merupakan satwa liar dilindungi, segala macam pemanfaatan dilarang kecuali untuk kepentingan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penyelamatan jenis.

Selain karena populasinya yang semakin menurun, penyu hijau memiliki peran penting dalam ekosistem.

Baca: Belasan Tahun ke Malaysia dan Dikira Sudah Meninggal, TKW Ini Pulang Bawa Uang dan Emas

Baca: Pemerintah Ultimatum Maskapai Penerbangan Segera Turunkan Harga Tiket Awal April 2019

"Peran penting penyu yaitu menjaga kesehatan laut, antara lain pengontrol dan mendistribusi lamun, mengontrol distribusi spons, memangsa ubur-ubur, mendistribusikan nutrisi dan mendukung kehidupan biota atau mahluk lainnya," katanya.

IUCN telah menyatakan Penyu Laut masuk dalam Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies yang Terancam) dengan kategori Endangered.

Penyu sebenarnya memiliki fekunditas yang tinggi, dalam sekali musim bertelur penyu dapat menghasilkan antara 200-250 telur, namun angka kematian (mortality) sangat tinggi juga.

Baca: CPNS Mengundurkan Diri Setelah Lolos Seleksi, Ada yang Beralasan Tempat Tugas Terlalu Jauh

Baca: Tidak Mengantuk Tapi Menguap Terus, Anda Sering Merasakannya? Ini Sebabnya

"Pendapat ahli mengatakan bahkan dari 1000 tukik yang menetas diperkirakan hanya 1 ekor yang dapat survive hingga dewasa. Sebagai spesies yang daur hidupnya secara alamiah sudah rentan, kelangsungan populasi Penyu Laut makin terancam dengan meningkatnya aktivitas manusia. Aktivitas-aktivitas tersebut mencakup hilangnya habitat bersarang, tangkapan tidak sengaja, tangkapan sampingan, pencurian telur, perdagangan ilegal produk penyu, dan berbagai eksploitasi lainnya. Hilangnya habitat bertelur penyu diantaranya yaitu akibat abrasi dan pembangunan fisik didaerah pesisir," ungkapnya.

"Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyampaikan terima kasih kepada Polda Bali (Polres Gianyar dan Polres Buleleng), TNI AL atas upaya penegakan hukum terhadap peredaran satwa liar dilindungi. Upaya pelestarian harus terus dilakukan, salah satunya melalui sosialisasi terhadap aktivitas perburuan satwa dilindungi di daerah-daerah pesisir Bali," tambahnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved