Komisi II Minta Pemkab Klungkung Beri Dampingan ke Desa untuk Operasional TOSS

Komisi II DPRD menggelar rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung di Kantor DPRD Klungkung, Selasa (26/3/2019)

Komisi II Minta Pemkab Klungkung Beri Dampingan ke Desa untuk Operasional TOSS
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Rapat kerja antara Komisi II DPRD Klungkung dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan di Kantor DPRD Klungkung, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUN-BALI. COM, SEMARAPURA - Komisi II DPRD Klungkung menggelar rapat kerja dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung di Kantor DPRD Klungkung, Selasa (26/3/2019).

Rapat kerja tersebut membahas tentang permasalahan sampah di Klungkung yang mencuat dalam beberapa hari terakhir.

Rapat dihadiri oleh Komisi II, I Ketut Srinada dan Artison Andarawarta. Sementara eksekutif, datang langsung Kadis LHP AA Kirana dan jajarannya

Klungkung yang mengembangan sistem TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat), mulai mengalami kendala pasca ditutupnya TOSS Gelgel.

Penutupan ini sudah terjadi 2 minggu lalu, karena tidak adanya tenaga pemilah sampah. Termasuk tidak sebandingnya mesin pengolah sampah, dibanding sampah yang akan diolah.

Anggota Komisi II DPRD Klungkung Artison Andarawarta menjelaskan, hingga saat ini masalah sampah masih perlu mendapat perhatian.

Terlebih sistem TOSS belum dapat diterapkan secara maksimal. Khsusunya desa, masih mengalami kesulitan ketersediaan lahan, tenaga kerja dan pengadaan mesin untuk operasional TOSS.

" TOSS ini masih perlu pendampingan lagi. Saya lihat mesin untuk operasional TOSS ini, agak susah dicari. Perawatannya juga, sehingga perkiraan pihak desa dua tahun sudah rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi," ujar anggota dewan yang kerap dipanggil Sony ini.

Ia pun meminta Dinas terkait, untuk ikut memberikan bantuan kepada setiap desa terutama dalam pengadaan dan pemeliharaan mesin TOSS secara berkala.

Sehingga pihak desa mendapatkan jaminan, jika mesin pengolah TOSS akan bertahan lama dan dapat digunakan secara keberlanjutan. Mengingat masalah sampah merupakan masalah jangka panjang

"Ini Dinas kan tidak ada menganggarkan untuk mesin TOSS itu, tapi setidaknya berikan lah pendampingan. Bantu Desa mencari alat-alanya, bagaimana menyediakan peralatan hingga tanaga pemilahnya juga. Sehingga TOSS itu bisa benar-benar jalan, dan desa di Klungkung lebih tertarik lagi untuk kembangkan TOSS," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kingkungan Hidup AA Kirana mengatakan, pihaknya akan terus mendorong desa untuk melaksanakan pengolahan sampah dengan sistem TOSS atau TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).

"Bahkan PLN trus mendukung kami untuk kembangkan sistem TOSS. Kami dominta sediakan lahan 1,2 hektar dan itu sudah kami siapkan. Nanti mesin TOSS baik itu pencetak pelet atau mesin pencacah dengan kapasitas besar akan diberikan pihak PLN," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved