Saat Persiapan Manusia Yadnya, Tiba-tiba Terdengar Gemuruh, Peristiwa Ini Langsung Terjadi

Sejumlah tamu yang hadir untuk membantu proses kegiatan upacara, selanjutnya memarkir kendaraannya di lokasi tersebut.

Saat Persiapan Manusia Yadnya, Tiba-tiba Terdengar Gemuruh, Peristiwa Ini Langsung Terjadi
TRIBUN BALI/MUHAMMAD FREDEY MERCURY
Senderan sepanjang 12 meter di wilayah Desa Satra, Kintamani ambrol dan menimpa sejumlah kendaraan milik warga setempat. Kasi Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menceritakan, kejadian tersebut diduga akibat hujan yang melanda kawasan itu. 

Saat Persiapan Manusia Yadnya, Tiba-tiba Terdengar Gemuruh, Peristiwa Ini Langsung Terjadi

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Senderan sepanjang 12 meter di wilayah Desa Satra, Kintamani ambrol dan menimpa sejumlah kendaraan milik warga setempat.

Kasi Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menceritakan, kejadian tersebut diduga akibat hujan yang melanda kawasan itu.

Berdasarkan keterangan warga setempat, I Wayan Sukertayasa, saat itu sedang mempersiapkan upacara manusia yadnya (runtutan perkawinan).

Sejumlah tamu yang hadir untuk membantu proses kegiatan upacara, selanjutnya memarkir kendaraannya di lokasi tersebut.

Baca: Ini Alasan Pentinya Tes Minat dan Bakat Anak yang Akan Lanjutkan Studi dan Bekerja

Baca: Serangan Anjing Liar Resahkan Warga Sente, Nyoman Surati: Tiap Hari Saya Bergadang

Di tengah prosesi upacara, sekitar pukul 11.00 wita hujan deras diketahui turun di wilayah itu.

Namun berselang satu jam kemudian, terdengar suara gemuruh di areal tempat parkir.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata senderan di pekarangan rumahnya telah jebol dan menimpa sejumlah kendaraan yang parkir tepat dibawahnya.

“Penyebab kejadian karena pada DPT itu ada retakan-retakan yang memicu masuknya air ke dalam DPT. Hal inilah yang menyebabkan tanah menjadi labil, hingga berdampak pada longsor,” ungkapnya.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi juga menilai jebolnya senderan tersebut diduga akibat tanah yang tergolong labil.

Ia menambahkan, longsornya senderan itu juga menimpa empat sepeda motor dan satu unit mobil.

“Seluruh kendaraan yang tertimpa material longsor kondisinya kini rusak berat. Walau demikian, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved