Saling Salip Berujung Pembunuhan di Gitgit, Gunik Ngaku Menyesali Perbuatannya

Gunik mengaku menyesali perbuatannya yang telah menghabisi nyawa mantan anggota TNI bernama Ikr

Saling Salip Berujung Pembunuhan di Gitgit, Gunik Ngaku Menyesali Perbuatannya
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan pelaku Gunik beserta barang bukti pisau pengutik yang digunakan untuk menusuk seorang mantan anggota TNI, Selas (26/3) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - I Nyoman Triantika Subandi Awantara alias Gunik (35) hanya tertunduk saat digiring polisi di Polres Buleleng, Selasa (26/3/2019).

Pria asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali itu mengaku menyesali perbuatannya yang telah menghabisi nyawa mantan anggota TNI bernama Ikram Tauhid (39).

Di hadapan awak media, Gunik mengatakan, penikaman itu terpaksa ia lakukan lantaran ingin menyelamatkan diri.

Gunik pun membenarkan ia bersama korban sempat terlibat saling salip di Jalur Desa Gitgit.

Hingga akhirnya Gunik beserta kakaknya yang kala itu mengemudikan Daihatsu Xenia DK 1994 QB memutuskan untuk berhenti sejenak di depan Warung Raja.

Namun, saat mobil berhenti, Ikram bersama rekannya bernama Welky Lens Ussa (39) juga ikut menghentikan motor yang ditungganginya.

Sempat terjadi adu mulut antara Welky dan pelaku Gunik.

Bahkan Welky disebut-sebut ingin merampas kunci mobil pelaku.

Atas tindakan itu, Gunik pun geram dan langsung mengambil pengutik yang ada di tas pinggangnya.

Pisau itu mulanya hendak dihujamkan ke tubuh Welky.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved