Setelah Ramai-ramai Lihat Kelamin Menantu, Sang Mertua Akhirnya Mencabut Laporannya

seorang mertua bernama Nedi Sito (55), Warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. di Probolinggo telah kehilangan p

Setelah Ramai-ramai Lihat Kelamin Menantu, Sang Mertua Akhirnya Mencabut Laporannya
TANGKAP LAYAR TRIBUN VIDEO
Seorang mertua melaporkan menantunya ke polisi karena alat kelamin yang terlalu besar. Dikutip dari Tribun Jatim, Sito (55) warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo melaporkan Basar ke Polsek Maron pada Rabu (20/3/2019). 

Setelah Ramai-ramai Lihat Kelamin Menantu, Sang Mertua Akhirnya Mencabut Lapornnya

TRIBUN-BALI.COM, PROBOLINGGO - Kasus pelaporan seorang mertua pada menantunya akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebelumnya, seorang mertua bernama Nedi Sito (55), Warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. di Probolinggo telah kehilangan putrinya.

Sang mertua percaya pada berita hoaks, jika penyebab kematian putrinya itu akibat penis sang suami atau menantunya yang terlalu besar.

Akhirnya Nedi Sito melaporkan kejadian itu pada polisi, lantaran diduga menjadi penyebab kematian sang putri lantaran memiliki ukuran kelamin terlalu besar.

Baca: Saksi Kunci Perkosaan dan Pembunuhan Calon Pendeta di OKI Buka Ciri-ciri Pelaku, Polisi: Orang Dekat

Baca: Percaya Hoaks Kelamin Menantu Besar Penyebab Kematian Putrinya, Sang Mertua Lapor Polisi

Namun dugaan tersebut tidak terbukti, karena pada kenyataannya ukuran alat kelamin sang menantu terbilang normal.

Polisi mendatangi pelapor yakni Ia merupakan ayah dari Jumantri, perempuan yang meninggal yang dikatakan kematiannya karena ukuran alat kelamin suaminta, Barsah, terlalu besar pada Rabu (20/3/2019)

Selain mengumpulkan keluarga korban, polisi juga memanggil sang menantu yang dilaporkan, Barsah.

Pertemuan tersebut disaksikan Kades Maron Kidul, Ridwanto

Polisi memediasi permasalahan ini. Agar fakta terungkap, Barsah diminta menunjukkan kelaminnya di hadapan petugas.

Yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat. Dalam pembuktian tersebut, semua pihak sepakat bahwa ukuran alat kelamin terlapor normal seperti pria pada umumnya.

"Kita fasilitasi pelapor dan terlapor, dan melihat secara langsung ukuran alat kelamin. Ternyata ukuran standar orang Asia, jadi saat itu juga mertua mencabut laporannya dan saling memaafkan." kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto, Rabu (27/3/2019).

Sang mertua akhirnya meminta maaf pada Barsah karena sebelumnya mempercayai isu yang beredar terkait penyebab kematian sang putri. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved