Standardisasi Dukung Konsep Masyarakat 5.0

Seminar Standardization in a Living 'Society 5.0' ini diharapkan dapat dirumuskan strategi pengembangan standardisasi dalam menghadapi era society 5.0

Standardisasi Dukung Konsep Masyarakat 5.0
Humas BSN/Aldy
Seminar Standardization in a Living “Society 5.0” di Millenium Hotel, Jakarta pada Rabu (27/03/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Baru saja kita memasuki era Industri 4.0.

Pemerintah Indonesia telah merespon kebutuhan era ini.

Kementerian Perindustrian kemudian mengenalkan Making Indonesia 4.0, yang pada bulan April 2018 dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data.

Istilah ini dikenal dengan nama Internet of Things (IoT).

Revolusi industri 4.0 menekankan pula pada kemampuan Artificial Intellegent (kecerdasan buatan) sehingga memicu kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi.

Baca: Saksi Kunci Perkosaan dan Pembunuhan Calon Pendeta di OKI Buka Ciri-ciri Pelaku, Polisi: Orang Dekat

Baca: Kodam IX/Udayana Kunjungi Tribun Bali, Kapendam Silaturahmi dan Jalin Keakraban

Dengan inovasi teknologi digital ini, juga kemudian Jepang berencana menciptakan 'super-smart society' atau Society 5.0.

Kemajuan teknologi yang begitu cepat tersebut perlu diantisipasi.

Salah satunya dari sisi standardisasi.

Halaman
123
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved