2 Jenis Penyu Hijau Hasil Sitaan Direhabilitasi, Salah Satunya Terkena Penyakit Langka

Dua penyu dari 27 ekor jenis penyu hijau masih direhabilitasi oleh pihak Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan.

2 Jenis Penyu Hijau Hasil Sitaan Direhabilitasi, Salah Satunya Terkena Penyakit Langka
Tribun Bali/Rino Gale
Jenis penyu hijau hasil sitaan yang sedang direhabilitasi di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, Kamis (28/3/2019). Kedua jenis penyu terkenal tumor di bagian mata sebelah kanan dan satunya lagi terkena bubble penyakit bubble gas. 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dari 27 ekor jenis penyu hijau (Chelonia Mydas) yang diselamatkan dan sudah dilepasliarkan oleh pihak kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Bali), dua di antaranya masih direhabilitasi oleh pihak Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan.

Kedua penyu tersebut memiliki penyakit tumor di bagian mata sebelah kanan dan penyakit langka, yakni Bubble Gas.

Pengelola TCEC Serangan, I Made Sukanta mengatakan, penyakit bubble gas ini adalah adanya udara yang terdapat di bagian usus penyu itu sendiri. Yang mengakibatkan penyu tersebut tidak bisa menyelam terlalu dalam.

"Yang terkena penyakit ini biasanya penyu akan terlihat mengapung terkadang posisinya miring serta bagian pantatnya naik," ujarnya saat ditemui Tribun Bali, Kamis (28/3/2019).

Baca: H-20 Pemilu, 22 Ribu Penduduk Wajib E-KTP di Denpasar Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

Baca: Pastikan Kesehatan Daging, Distan Denpasar Periksa Daging dengan Metode Organoleptik 

"Penyu hijau berkelamin betina dengan ukuran panjang 68 cm, lebar 65 cm dan beratnya 34 kilo ini masih dalam perawatan. Perawatan yang agak lama sih, paling lama bisa setahun. Setahu saya, kemungkinan penyu ini terlalu lama di darat."

"Kalau penyu yang terkena tumor masih tahap treatment. Dari kedua penyu itu kita sedang menunggu proses perawatan dari tim Turtle Guard dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Bali," tambahnya.

Anggota Turtle Guard Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Bali, Aidil Calvianto membenarkan memang ada dua jenis penyu hijau hasil sitaan yang sedang direhab di TCEC.

Menurutnya, salah satu dari kedua penyu tersebut memiliki penyakit langka yakni bubble gas. Pihaknya masih sedang memantau perkembangan dari kedua penyu itu sendiri.

Baca: Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi Bila Seluruh Gunung Api Meletus Bersamaan

Baca: Karena Kanker Darah, Ani Yudhoyono Kini Mengaku Tubuhnya Sulit dan Menolak Makan

"Yang tumor masih kita pantau, jenis apa tumornya dan bagaimana penanganan terbaik untuk mengangkat tumor itu," ujarnya saat dihubungi secara terpisah melalui seluler.

"Kemudian untuk penyu yang terkena bubble gas ini juga masih kita pantau dulu apa masih ada gas di dalam tubuhnya atau tidak karena ini termasuk kasus langka. Di lain sisi terdapat luka pada bagian Karakas sebelah kiri, ya mungkin sebelum ditangkap dia termakan predator."

"Kalau dilihat dari posisi mengambang, letak gasnya di bagian abdomennya. Spekulasi saya sih gas atau udara ini masuk melalui luka yang terbuka itu. Yang pasti gas atau udara harus dikeluarkan agar penyu dapat kembali hidup normal," ujarnya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved