Dua Pasangan Ganda Putri Indonesia ke Semifinal India Open, Ahsan/Hendra Siap ke Malaysia

Tiket menuju final tersebut dipastikan melalui pertemuan dua perwakilan ganda Indonesia di babak semifinal yang akan berlangsung pada

Dua Pasangan Ganda Putri Indonesia  ke Semifinal  India Open, Ahsan/Hendra Siap ke Malaysia
Tribun Bali/Istimewa
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, NEW DEHLI- Indonesia memastikan satu perwakilan dari sektor ganda putri melangkah hingga ke babak final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Tiket menuju final tersebut dipastikan melalui pertemuan dua perwakilan ganda Indonesia di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (30/3/2019) besok, yakni Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Pada babak perempat yang berlangsung pada Jumat (29/3), Della/Tania berhasil mengalahkan pasangan asal Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dalam tiga gim yang berjalan selama 57 menit dengan skor 16-21, 21-14 dan 21-12.

Baca: Setelah Menghabisi Nyawa Wanita Calon Pendeta Ini, Pelaku Bersandiwara Panik & Pura-pura Begini

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 29 Maret 2019, Virgo Jangan Mengungkit Masa Lalu

Baca: Apakah Bisnis Anda Akan Sukses? Ini Kata Miliarder AS

Sedangkan Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan tuan rumah India Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki dalam dua gim yang berjalan selama 37 menit dengan perolehan 21-10 dan 21-18.

Berkaitan dengan laga semifinal tersebut, Della mengaku akan bermain secara lepas, tanpa beban namun tetap mengerahkan seluruh daya dan upaya, mengingat lawan yang akan dihadapinya merupakan teman sendiri.

“Kami sudah tahu permainan mereka (Greysia/Apriyani) seperti apa, dan mereka juga sudah tahu seperti apa gaya permainan kami. Jadi, kami akan bermain tanpa beban, nothing to lose, tapi tetap all out di lapangan,” kata Della melansir badmintonindonesia.org, Jumat.

Di babak perempat final hari ini, bersama dengan Tania, Della mengaku sempat melakukan banyak kesalahan sendiri karena terburu-buru ingin terus menyerang lawan tanpa memain-mainkan bolanya terlebih dahulu.

“Tadi kami bermain dengan pola kami seperti biasanya. Di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri karena langsung mencoba mematikan lawan. Padahal seharusnya bola itu diolah terlebih dahulu, baru kemudian bisa mematikan lawan. Itu yang kami pelajari tadi,” ujar Della.

Di sisi lain, dia mengakui permainan rekannya sejauh ini sudah cukup baik dan mulai mampu mengimbanginya, meskipun usia Tania lebih muda darinya.

“Menurut dia, semakin lama permainannya (Tania) semakin baik. Dia sudah bisa mengikuti permainan saya. Teknik-teknik bola belakangnya juga bagus,” ungkap Della.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved