Pemkab Badung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Muara Tukad Mati Larasati

Total 5.000 bibit pohon mangrove ditanam jajaran Pemkab Badung di Muara Tukad Mati Larasati

Pemkab Badung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Muara Tukad Mati Larasati
Tribun Bali/Rino Gale
Seluruh jajaran Pemkab Badung menanam 5.000 bibit pohon mangrove di Muara Tukad Mati Larasati, Kuta, Jumat (29/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Total 5.000 bibit pohon mangrove ditanam di Muara Tukad Mati Larasati, Kuta, Jumat (29/3/2019).

Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh jajaran Pemkab Badung yang juga dihadiri oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.

Kegiatan ini dilatarbelakangi konsep Tri Hita Karana.

Baca: Kisah Cinta Liliana Tanoesoedibjo Dan Hary Tanoe, Pernah Sampai Tawuran Hingga Singgung Orang Ketiga

Baca: Teco: Harus Latihan! Kita Bisa Menang Satu Gol Lewat Free Kick

Yang artinya Tri adalah tiga, Hita adalah bahagia, Karana adalah sebab.

Jika digabung, ada tiga sebab yang membuat kita bahagia.

Maknanya adalah hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungan.

Baca: Melvin Platje Kemungkinan Tinggalkan Bali United pada Akhir Musim 2019

Baca: Sikap Berbeda Ditunjukkan Brwa Nouri Sepulang Dari Irak, Ada Apa? Ini Kata Pelatih

Giri Prasta menjelaskan, kegiatan kali ini merupakan hubungan manusia dengan lingkungan.

Tri Hita Karana, lanjut Giri Prasta, bisa diterapkan pada kegiatan seperti ini, yang menonjolkan hubungan antara manusia dengan lingkungan.

Kegiatan ini juga sebagai rangkaian normalisasi kawasan Tanjung Benoa melalui penanaman mangrove.

Baca: Teco Liburkan Tiga Pemain Pasca Perkuat Timnas Indonesia Senior

Baca: Bertarung Melawan Buaya Yang Tiba-Tiba Menyambar Selama Tiga Menit, Nyawa Maryadi Hampir Melayang

"Ini konsep yang dilakukan dan harus dikembangkan. Karena normalisasi itu artinya bagaimana menjadikan yang tidak normal menjadi normal. Ketika abrasi semisal, ini jadi tanggungjawab pemerintah untuk memperbaiki. Penanaman mangrove ini untuk mencegah kegundulan hutan mangrove. Dan kita memahami, hutan mangrove adalah salah satu bagian paru-paru dunia. Itulah konsep kegiatan ini," ujarnya.

Diungkap Giri Prasta, pihaknya sudah berkomitmen berpihak pada lingkungan, bahkan ini diterapkan pada enam bidang pembangunan di Kabupaten Badung.

"Ini wujud keberpihakan pada lingkungan, dan akan terus berlanjut," ucapnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved