Penyampaian LKPJ Jembrana 2018, Sidang Paripurna Gunakan Bahasa dan Berbusana Adat Bali

Penyampaian LKPJ Jembrana 2018, Sidang Paripurna Gunakan Bahasa dan Berbusana Adat Bali

Penyampaian LKPJ Jembrana 2018, Sidang Paripurna Gunakan Bahasa dan Berbusana Adat Bali
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Jembrana tahun 2018 di langsungkan saat sidang Paripurna DPRD bertempat di aula Sidang DPRD Jembrana, Kamis(28/3). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Jembrana tahun 2018 di langsungkan saat sidang Paripurna DPRD bertempat di aula Sidang DPRD Jembrana, Kamis(28/3/2019).

Tak seperti biasanya, sidang yang dihadiri langsung Bupati Jembrana, I Putu Artha, nampak berbeda.

Pasalnya, sidang dengan pimpinan Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa dengan didamping 2 orang wakil ketua, I Wayan Wardana dan I Kade Darma Susila, mengenakan busana adat bali, serta berbahasa Bali dalam tata pelaksanaan sidang secara keseluruhan.

Termasuk saat Ketua  DPRD I Ketut Sugiasa membuka sidang dengan menggunakan bahasa bali.

Begitu pula Bupati I Putu Artha saat menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban dihadapan peserta sidang juga total menggunakan bahasa bali.

Meski untuk pertama kalinya, Sidang Paripurna menggunakan busana dan bahasa bali, namun selama berlangsungnya sidang seluruh penyampaian laporan keterangan pertanggung jawaban Bupati tahun 2018 yang disampaikan langsung oleh Bupati I Putu Artha berjalan lancar.

Sidang Paripurna tentang LKPJ Bupati tahun 2018, kata Bupati Artha, pengelolaan keuangan daerah sebelum dilakukan audit dari BPK RI, dari sisi pendapatan, realisasi pendapatan daerah pada tahun 2018 sebesar Rp 1.096.533.676.477,72. Atau mencapai 97,91 persen dari target sebesar Rp1.119.988.105.151,53.

Sementara, kata Bupati Artha untuk pendapatan asli daerah(PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, juga telah direalisasikan.

“Pada pos PAD, kita mampu merealisasikan sebesar Rp126.512.311.999,82 atau mencapai 97,18 persen dari potensi PAD sebesar Rp130.178.756.580,49, “ ujarnya.

Sementara untuk dana perimbangan terealisasi sebesar Rp693.195.696.316,00 yakni, melebihi angka yang ditargetkan sebesar Rp691.501.422.972,30.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved