Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit hingga Kematian? Ini Penjelasan Penelitian

Sering kali kita duduk selama berjam-jam di meja kerja saat tengah berada di kantor. Namun apakah hal ini baik-baik saja?

Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit hingga Kematian? Ini Penjelasan Penelitian
Istock via Nova
Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit hingga Kematian? 

TRIBUN-BALI.COM - Sering kali kita duduk selama berjam-jam di meja kerja saat tengah berada di kantor.

Namun apakah hal ini baik-baik saja?

Menurut penelitian, duduk lebih dari enam jam sehari menyebabkan 70 ribu kematian di Inggris setiap tahunnya.

Penulis penelitian dari Queen's University Belfast dan Ulster University juga menemukan bahwa 11,6 persen kematian di Inggris pada tahun 2016 sekitar 69 ribu dapat dicegah jika orang tidak duduk untuk waktu yang lama.

Baca: 13 Bandara Angkasa Pura I Ikut Kampanye Global Earth Hour 2019, Salah Satunya Bandara Ngurah Rai

Baca: Detik-detik Jelang Earth Hour 2019 Serentak di Bali & Indonesia, Begini Maksud & Tujuan Kampanye

Mereka kemudian mengumpulkan data dari sebuah survei besar dari 2012 tentang kebiasaan duduk di Inggris dan menggabungkan ini dengan perkiraan berapa banyak duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit berdasarkan penelitian sebelumnya.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain seperti tingkat merokok dan kebugaran, mereka juga menemukan bahwa orang yang duduk kurang dari enam jam sehari, sebanyak 17 persen dari kasus diabetes tipe 2 dapat dihilangkan, 7,5 persen dari kanker paru-paru dan sebanyak 5 persen dari penyakit kardiovaskular.

Studi ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, namun tim bersikeras bahwa temuan itu cukup untuk bertindak sebagai panggilan ke badan kesehatan masyarakat untuk berinvestasi dalam sumber daya dan program pencegahan yang akan mengurangi duduk terlalu lama.

Baca: Anti Galau! Begini Cara Melupakan Seseorang yang Pernah Kamu Sukai

Baca: Tiga Kapal Terbakar di Pelabuhan Benoa, Jarak Hanya 20 Meter dengan Kejadian Sebelumnya

Leonie Heron, penulis utama dari Queen's University Belfast mengatakan jika memenuhi aktivitas yang disarankan seperti aerobik sedang selama seminggu bisa meningkatkan risiko kondisi kesehatan jika kita menghabiskan duduk yang lama di siang hari.

Profesor Naveed Sattar, seorang profesor kedokteran metabolisme di Universitas Glasgow yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan selama kita aktif kemudian duduk di sebagian hari bukan masalah.

"Saya hanya tidak percaya ada hal buruk tentang duduk terlalu lama. Studi yang lebih kuat lainnya menunjukkan bahwa selama Anda tetap aktif di kehidupan Anda, duduk untuk sebagian hari, baik di tempat kerja atau di rumah, bukan masalah yang mengarah pada kesehatan yang buruk," ungkapnya.

Baca: Lampu di 6 Titik Bandara Ngurah Rai Padam Selama Satu Jam, Partisipasi Gerakan Global Earth Hour

Baca: Sempat Jalan & Tiba-tiba Terjatuh Pingsan di Pantai Batu Belig Kuta, Nyawa Bule Ini Tak Tertolong 

Dia menambahkan bahwa orang tak perlu khawatir duduk di tempat kerja jika itu merupakan tuntutan dari pekerjaan mereka.

"Pesan yang lebih baik untuk berkomunikasi adalah orang-orang harus bertujuan untuk mengumpulkan lebih banyak kegiatan di dalam pekerjaan mereka atau di malam hari,” lanjutnya.

“Bahkan menambahkan 1000 langkah tambahan per hari adalah target yang dapat dicapai bagi sebagian besar jika mereka merasa tidak mendapatkan aktivitas yang cukup.” jelas Profesor Naveed. (*)

Artikel ini telah tayang di Nova dengan judul Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit hingga Kematian?

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved