Bulan April dan Mei, Warga Tabanan Diimbau Waspadai Penyakit ini, Pemerintah Siapkan Rp 1 Miliar

Bulan April dan Mei, Warga Tabanan Diimbau Waspadai Penyakit ini, Pemerintah Siapkan Rp 1 Miliar

Bulan April dan Mei, Warga Tabanan Diimbau Waspadai Penyakit ini, Pemerintah Siapkan Rp 1 Miliar
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Seorang petugas saat melakukan fogging dan penebaran bubuk abate di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, belum lama ini. 

Dr Nariana menjelaskan, dari bulan Januari ke Pebruari juga telah ada peningkatan kasus yang cukup banyak.

Sehingga, Dinas Kesehatan Tabanan menindaklanjuti hal tersebut dengan menggelar fogging ke daerah atau desa yang terjadi kasus positif. 

Anggaran untuk fogging dan ULV tahun 2019 senilai Rp 1 Miliar.

“Jika dibandingkan dengan kasus yang terjadi pada 2017, kasus di tahun 2018 ini lebih sedikit. Sehingga anggaran untuk fogging dan ULV tahun ini pasti cukup karena tahun lalu juga cukup,” jelas Nariana.

Perbedaan fogging dan ULV, jelas dia, untuk fogging atau pengasapan biasanya dilakukan jika sudah ada kasus positif.

Sementara ULV adalah tindakan pembunuhan nyamuk dewasa sebelum terjadinya kasus DBD atau dilakukan sebelum pancaroba.

“Biasanya dilakukan sebelum musim hujan atau pada akhir tahun,” jelas Nariana. Tujuan dari dua cara ini sama yaitu untuk membunuh nyamuk dewasa.

Nariana menerangkan, perlakuan fogging dan ULV tidak boleh terlalu sering karena bisa berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Apalagi cara ini hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak memberantas jentik.

Sehingga cara yang disarankan untuk selalu dilakukan adalah menerapakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved